Ekonomi Kaltim Tumbuh 1,27 Persen, Pertambangan Masih Tumpuan

  • Whatsapp
Ilustrasi tambang batu bara di Kutai Kartanegara.

PEREKONOMIAN Kalimantan Timur pada kuartal pertama 2020 tumbuh 1,27 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama atau year on year (yoy), namun turun 0,44 persen dari triwulan sebelumnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur (Kaltim), Slamet Brotosiswoyo mengatakan bahwa pertumbuhan masih terselamatkan oleh sektor migas, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. Ketiganya berkontribusi besar pada ekonomi Bumi Etam.

Bacaan Lainnya

“Tapi kalau sektor retail, perumahan, transportasi, dan segala macam tidak akan tumbuh. Bahkan boleh dikata minus,” katanya menukil Bisnis.com, Kamis (7/5).

BACA JUGA:
Percepat Test Swab, Kaltim Bakal Operasikan 3 Unit Alat PCR

Slamet menjelaskan bahwa kontraksi mulai terlihat sejak pandemi Covid-19 atau virus Corona masuk ke Indonesia. Semua sektor yang sebelumnya masih tumbuh mulai lesu.

Berkaca pada kasus tersebut, kalangan pengusaha khawatir dengan kuartal kedua. Apalagi belum dapat dipastikan kapan Corona benar-benar berakhir.

Apindo memproyeksikan pertumbuhan bisa lebih buruk dari sekarang yang hanya naik 1,27 persen. Harapannya harga batu bara tidak jatuh seperti minyak dunia.

Jika itu terjadi, Slamet meyakini ekonomi Kaltim ikut terdampak. Buktinya pada 2015 saat batu bara jatuh, pertumbuhan Kaltim mengalami minus.

“Mudah-mudahan Covid-19 tidak separah batu bara karena semua sektor sudah berhenti. Industri apa lagi yang bisa tumbuh? Ya tambang, migas, batu bara, sama CPO [crude palm oil/ minyak sawit mentah],” jelasnya.

Mengantisipasi ini, Slamet menyarankan agar pemerintah tetap mengizinkan beberapa usaha seperti retail di mall dan pasar tetap dibuka. Akan tetapi protokol kesehatan tetap diperketat demi menekan penyabaran virus.

BACA JUGA:
Bontang Belum Terjadi Transmisi Lokal Penyebaran Covid-19

“Satu-satunya jalan ya itu. Kalau tidak, mati semua ekonomi dan dampaknya akan lebih parah. Meski minus tidak apa-apa, tapi harus jalan,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kaltim, struktur pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Bumi Etam pada triwulan pertama secara yoy didominasi oleh pertambangan (44,18 persen), industri (18,28 persen), konstruksi (9,10 persen), dan pertanian (8,40 persen).

Dari sisi pertumbuhannya, yang tertinggi yaitu pengadaan listrik dan gas (9,92 persen), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (7,14 persen), jasa lainnya (6,02 persen), perdagangan (5,83 persen), serta informasi dan komunikasi (5,36 persen). (*)

https://www.instagram.com/p/B_5D6VYJq_K/?igshid=fuejx4bz6y31

Pos terkait