Ekonomi Kaltim Babak Belur Dihantam Covid-19

oleh -
Salah satu pedagang Pasar Klandasan, Balikpapan yang kini harus menjual sayur dan bumbu dapur via daring selama pandemi Covid-19.

EKONOMI Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 mengalami penurunan sebesar minus 5,46 persen (y-on-y), berlawanan dengan capaian Triwulan II-2019 yang tumbuh sebesar 5,06 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwithjahyono, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 yang menurun ini terjadi akibat adanya pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kinerja di sebagian besar lapangan usaha. Adanya pembatasan pergerakan manusia sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, juga mengakibatkan terjadinya penurunan besaran nilai tambah yang dihasilkan oleh sebagian lapangan usaha.

Dampak terbesar pandemi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kinerja pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 16,91 persen, dan pada kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang turun sebesar 13,43 persen. Pandemi tersebut juga mengakibatkan penurunan kinerja pada lapangan usaha utama Kaltim, yaitu lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 6,88 persen.

Namun, masih terdapat beberapa lapangan usaha yang berkinerja positif di tengah masa pandemi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh sebesar 9,09 persen. Lalu, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 9,03 persen. Terakhir, lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 6,07 persen.

Dilihat dari quarter to quarter (q-to-q), kinerja ekonomi Kaltim pada triwulan II-2020 mengalami penurunan sebesar 6,53 persen. Kondisi ini menunjukkan kontraksi yang lebih dalam daripada kondisi triwulan I-2020 yang turun sebesar 0,44 persen.

“Perekonomian Kaltim di triwulan II-2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 149,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 114,25 triliun,” ucapnya saat rilis bulanan, pekan lalu.

Lanjutnya, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada triwulan II-2020 dicapai oleh lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 3,74 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 17,81 persen.

Selain itu, terdapat 6 lapangan usaha yang masih memiliki andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim di triwulan II-2020 (q-to-q). Lapangan usaha informasi dan komunikasi memiliki andil sebesar 0,05 persen, disusul lapangan usaha jasa pendidikan dengan andil sebesar 0,04 persen.

Sedangkan lapangan usaha lainnya yang terdiri dari jasa kesehatan dan kegiatan sosial; administrasi pemerintahan, petahanan dan jaminan sosial wajib; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang serta pengadaan listrik dan gas memiliki andil kurang dari 0,03 persen.

Sementara itu, terdapat sebelas lapangan usaha yang memberi andil pertumbuhan negatif secara q-to-q, yang terbesar berasal dari lapangan usaha ertambangan dan penggalian dengan andil negatif sebesar 2,99 persen; lalu andil negatif lapangan usaha industri pengolahan sebesar 2,16 persen, dan andil negatif lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 0,45 persen.

Jika dilihat kinerja ekonomi di Kalimantan, secara umum pertumbuhan ekonomi pada triwulan II- 2020 mengalami penurunan sebesar 4,35 persen dibandingkan triwulan II-2019 (y-on-y). Begitu juga jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), kinerja ekonomi di Kalimantan pada triwulan II-2020 turun sebesar 5,81 persen. Jika dilihat secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonom Kalimantan hingga semester I-2020 juga mengalami penurunan sebesar 1,03 persen.

Diamati secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 secara y-on-y menempatkan Kalimantan Selatan dengan kontraksi pertumbuhan terendah dibanding wilayah lainnya di Kalimantan, yaitu sebesar 2,61 persen, lalu diikuti Kalimantan Tengah sebesar 3,15 persen, Kalimantan Utara sebesar 3,35 persen, Kalimantan Barat sebesar 3,40 persen, dan Kalimantan Timur sebesar 5,46 persen.

Namun, jika dilihat struktur perekonomian Kalimantan pada triwulan II-2020, kontribusi daerah masih didominasi oleh Kaltim sebesar 49,09 persen, diikuti Kalimantan Barat sebesar 16,66 persen, Kalimantan Selatan sebesar 14,41 persen, Kalimantan Tengah sebesar 11,86 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 7,98 persen. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.