Pranala.co, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah menyusul rencana penyelesaian dua rumah sakit baru dan penambahan sejumlah puskesmas dalam waktu dekat. Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi perhatian utama agar fasilitas yang dibangun tidak terkendala saat mulai beroperasi.
Dua rumah sakit yang tengah dipersiapkan tersebut adalah RS Sayang Ibu dan rumah sakit di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur. Selain itu, beberapa puskesmas juga direncanakan bertambah untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa kebutuhan dokter dan perawat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah tidak ingin fasilitas kesehatan yang baru selesai justru terkendala kekurangan sumber daya manusia.
“Kalau dua rumah sakit ini selesai dan ada tambahan puskesmas, tentu kebutuhan dokter dan perawat juga meningkat. Ini yang sedang kita antisipasi dari sekarang,” ujarnya.
Menurut Bagus, pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus pemerintah. Pemetaan kebutuhan tenaga medis untuk satu tahun ke depan telah mulai dilakukan, termasuk menghitung jumlah dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan tenaga pendukung lainnya.
Pemkot Balikpapan tengah mengkaji sejumlah skema rekrutmen. Di antaranya melalui jalur Kontrak Kerja Individu (KKI) serta optimalisasi tenaga melalui mekanisme Badan Penyelenggara Jasa Layanan (BPJL). Skema BPJL sebelumnya telah merekrut sekitar 600 tenaga baru.
Selain itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk meminta prioritas pembukaan formasi tenaga kesehatan.
“Terutama dokter dan perawat. Kalau formasi lain mungkin masih bisa digeser, tetapi tenaga kesehatan ini menjadi kebutuhan mutlak,” tegasnya.
Saat ini, dalam kondisi tertentu, tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih harus merangkap tugas pelayanan guna menjaga keberlangsungan layanan di fasilitas kesehatan yang sudah ada. Kondisi tersebut diakui belum ideal.
Ke depan, Pemkot berkomitmen menambah tenaga agar beban kerja lebih proporsional dan kualitas pelayanan tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting mengingat pertumbuhan penduduk Balikpapan yang terus meningkat seiring perkembangan kota sebagai pusat ekonomi dan penyangga Ibu Kota Nusantara.
Kebutuhan dokter spesialis juga menjadi perhatian serius. Pemerintah berharap ke depan semakin banyak putra-putri daerah yang menempuh pendidikan kedokteran hingga spesialisasi.
“Kalau punya anak, dorong untuk jadi dokter. Apalagi sekarang ada banyak peluang dan dukungan pembiayaan pendidikan,” kata Bagus. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















