Dua Pembatas Jalan Digeser Oknum Warga, Jalur Kusnodo Masih Bisa Dilewati

Jalan Arief Rahman Hakim yang sedianya diblokade total, tapi terbuka bebas dilewati kendaraan. Foto ini diambil Jumat, 10 April 2020, pukul 11.47 Wita.

BLOKADE total Jalan Arif Rahman Hakim, Bontang, area Gunung Kusnodo ternyata tak sepenuhnya dilakukan. Buktinya, arus kendaraan dari arah Kutai Timur dan Bontang tetap melintas.

Dua dari tujuh pembatas jalan atau water barrier berwarna oranye yang dilengkapi pemantul cahaya bergeser. Awalnya jalan tertutup, kini menganga dua meter. Kendaraan roda dua dan empat, termasuk truk bebas lalu lalang. Mereka bergantian melintas.

Berdasar pengamatan media ini, selama 30 menit, sudah ada 50-an kendaraan melintas. Roda dua sampai empat. Mereka kebanyakan dari arah Kutai Timur. Rata-rata adalah truk pengangkut barang. Ada juga warga bermotor. Diduga mereka tinggal di daerah itu. Jika memutar butuh waktu sampai 35 menit. Lebih lama dari jalur tersebut yang hanya ditempuh 15 menit untuk sampai ke SPBU depan SMAN 3 Bontang.

Menurut Rusnaini, warga setempat yang berada di lokasi mengaku pembukaan blokade itu sudah terjadi sejak dua hari. Setiap dirinya bangun pagi, kisaran jam 6.30 Wita dua water barrier sudah bergeser. Begitu seterusnya selama dua hari ini.

“Kalau malam, saya lihat ada petugas yang tutup. Ya, kisaran jam 10 malam lah,” ungkap Rusnaini kepada Pranala.co, Jumat, 10 April 2020.

Rusnaini mengaku tujuan blokade jalan ini tak diketahui pasti. Dia sudah melihatnya sejak malam pertama kali diberlakukannya, Rabu, 8 April 2020. Sejak penutupan jalan, warga ber-KTP Bontang itu tidak pernah melihat ada petugas berjaga sepanjang haru. Hanya sesekali, saat malam mengecek kondisi jalan.

“Enggak ada pernah lihat petugas. Paling kalau malam aja Mas. Itu pun memperbaiki penghalang jalan yang bergeser ke posisi semula,” tambahnya.

Sementara, Amirullah, pengendara motor, warga Kutai Timur bermukim di Jalan Pipa, mengaku kesulitan jika blokade total diberlakukan. Bukan karena akses itu adalah satu-satunya. Tapi, akses Jalan Arif Rahman Hakim menjadi pilihan utama karena lebih hemat waktu. Terutama jika hendak ke Pasar Citra Mas Lok Tuan.

“Lebih jauh lah Mas. Apalagi kalau harus memutar lewat jalur pipa. Saya harus memutar jauh. Setuju aja kalau dibatasi. Tapi jangan ditutup total lah,” keluhnya.

Dihubungi, Kamilan, Kepala Dinas Perhubungan Bontang, mengaku sudah mengetahui kondisi itu. Kondisi ini juga sempat terjadi kemarin, Kamis, 9 April 2020. Petugas gabungan pun sudah memperbaiki dan kembali menutup total jalan itu.

“Kemarin juga seperti itu. Kami perbaiki dan tutup kembali. Ini ada ulah oknum yang seenaknya saja,” ujar Kamilan.

Kamilan pun tetap tegas menutup total Jalan Arief Rahman Hakim sesuai kesepakatan bersama tim gabungan. Jika kejadian ini berulang, pihaknya akan menugaskan petugas berjaga agar bisa memberikan sanksi tegas.

“Itukan sengaja ada yang tumpah airnya. Ini sudah keterlaluan. Kami akan stanby kan petugas di sana kalau masih ada oknum sengaja merusak penghalang jalan,” tegas Kamilan.

Penutupan total jalur di Gunung Kusnodo, kata Kamilan sengaja dilakukan agar mobilisasi massa dan kendaraan dari Kutai Timur bisa terpusat di Tugu Selamat Datang. Sementara di Tugu Selamat Datang akan dijaga ekstra ketat.

Di posko Tugu Selamat Datang, lanjut dia, akan disiapkan kisaran 18 orang tim gabungan. Terdiri dari Dishub, Polres, BPBD, Diskes, TNI, dan Satpol PP Bontang. Mereka bergantian 4 shift. Mulai pukul 08.00 sampai 00.00 Wita, totalnya 16 jam dijaga ketat. (id)

More Stories
Kasus Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 394 Orang