Pranala.co, PANGKEP — Jalan Poros Sapanang–Tonasa 2 kembali menjadi sorotan. Bukan tanpa alasan. Jalan ini rusak parah. Lubang menganga. Aspal terkelupas. Kecelakaan pun berulang.
Kondisi itu membuat DPRD Pangkep angkat suara.
Sekretaris Komisi II DPRD Pangkep dari Fraksi PPP, Syamsinar, menegaskan satu hal. Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Tidak boleh ditunda.
Ia meminta pihak terkait segera turun tangan. Jalan harus diperbaiki. Jangan menunggu korban berikutnya.
“Keselamatan masyarakat itu yang utama. Kalau jalannya bagus, nyawa kita aman. Tapi kalau rusak dan bolong-bolong, itu sangat rawan kecelakaan,” tegas Syamsinar.
Ia mengapresiasi adanya respons awal dari pihak penanggung jawab. Ada janji peninjauan lapangan. Ada komitmen perbaikan. Namun, menurutnya, janji harus segera diwujudkan dengan tindakan nyata.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, memberikan penjelasan. Ia menyebut, Jalan Poros Tonasa 2 memang menjadi tanggung jawab perusahaan. Sementara untuk ruas Jalan Sapanang, penanganannya masih menunggu penyelesaian proyek jalur kereta api.
“Untuk Tonasa 2, itu tanggung jawab kami. Sedangkan Sapanang, harus menunggu proyek kereta api selesai. Tim sudah turun ke lokasi, dan penanganan ditargetkan pada triwulan pertama 2026,” ujar Anis saat dikonfirmasi.
Namun, bagi warga, penjelasan itu belum cukup menenangkan.
Sebelumnya, kecelakaan kembali terjadi di ruas jalan ini. Tepatnya di Kampung Pasui, persis di depan gerai Alfamart. Jalan berlubang diduga menjadi penyebab utama.
Korban berinisial DSA (22). Seorang staf desa di Kabupaten Pangkep. Ia mengalami luka serius. Dari Puskesmas Bungoro, korban harus dirujuk ke RS Batara Siang untuk perawatan lanjutan.
Peristiwa itu menyulut kekecewaan warga.
Jalan Sapanang–Tonasa 2 bukan jalan biasa. Ini jalur industri. Akses utama menuju kawasan PT Semen Tonasa. Setiap hari dilalui kendaraan berat dan masyarakat umum.
Mustafa Mallu, warga setempat, mengaku lelah menunggu. Ia mengingatkan adanya janji perbaikan yang pernah disampaikan perusahaan.
“April 2025 lalu ada janji tertulis. Di atas kertas putih. Ada tanda tangan lengkap. Tapi sampai sekarang, perbaikannya belum maksimal,” ujarnya dengan nada kecewa.
Warga berharap kecelakaan kali ini menjadi yang terakhir. Mereka meminta semua pihak berhenti saling menunggu. Jalan itu harus segera diperbaiki.
Jika tidak, Jalan Poros Sapanang–Tonasa 2 akan terus menjadi ancaman. Bukan hanya bagi pengendara. Tapi juga bagi nyawa. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















