Pranala.co, BONTANG – Polemik dugaan praktik jual beli seragam dan buku LKS di sekolah negeri Kota Bontang terus bergulir. Kali ini, giliran DPRD Bontang yang angkat suara dan mewacanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keresahan masyarakat.
“Ya, kami akan lakukan sidak ke sekolah,” tegas Andi Faizal, Jumat (18/7/2025), saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Wacana sidak itu mendapat dukungan penuh dari Heri Keswanto, Ketua Komisi A DPRD Bontang.
Menurutnya, pengawasan terhadap layanan publik, termasuk dunia pendidikan, adalah tugas melekat DPRD, bahkan hingga ke tingkat paling bawah.
“Jika diperlukan, kami siap turun langsung seperti yang diwacanakan Ketua DPRD,” ujar Heri, Minggu (20/7/2025).
Heri menegaskan, sebelum mengambil tindakan, pihaknya akan mempelajari lebih dalam kondisi di lapangan. Termasuk memastikan, apakah benar seluruh kebutuhan siswa baru telah ditanggung oleh pemerintah.
“Jangan sampai ada item yang memang belum ditanggung, tapi malah jadi bahan tuduhan,” katanya.
Namun, jika terbukti pemerintah sudah menanggung kebutuhan siswa—seperti seragam nasional, batik, buku, tas, dan sepatu—maka dugaan praktik penjualan itu harus disikapi serius.
Heri bahkan menyarankan, jika ada bukti praktik pungutan liar di sekolah, orang tua tidak perlu ragu melapor ke aparat penegak hukum.
“Kalau memang terbukti melanggar, harus ada tindakan tegas. Jangan dibiarkan berulang setiap tahun ajaran,” tegasnya.
Komisi A juga berencana berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.














