CIANJUR, Pranala.co — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan penjelasan resmi terkait kabar duka meninggalnya dokter internship berinisial AMW. Dokter laki-laki berusia 26 tahun tersebut sedang menjalani masa tugasnya di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Berdasarkan diagnosis medis, AMW tutup usia setelah mengalami gejala suspek campak yang disertai komplikasi berat. Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan almarhum sempat mengalami beberapa gejala klinis mulai dari demam, ruam merah, serta sesak napas berat, Kamis (26/3/2026).
Dari hasil investigasi sementara, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit penyerta. Meski pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan telah mengupayakan penanganan maksimal pada 26 Maret 2026, pasien dinyatakan meninggal dunia.
“Pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” tambah Aji, dikutip Minggu (29/3/2026).
Menanggapi kasus ini, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Cianjur bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan Jumat (27/3/2026).
Langkah-langkah respons cepat yang dilakukan meliputi:
Penelusuran Kontak Erat — Mencari sumber penularan dan mendata pihak yang sempat berinteraksi dengan almarhum.
Penilaian Risiko — Memetakan potensi penyebaran virus di wilayah setempat.
Pemberian Vitamin A — Sebagai langkah medis untuk mencegah penularan lebih luas dan menekan risiko gejala berat.
Kemenkes mengingatkan bahwa risiko komplikasi fatal akibat campak tidak hanya mengintai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Terutama bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau tidak memiliki kekebalan alami dari infeksi sebelumnya.
“Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa campak bukan sekadar penyakit anak-anak. Orang dewasa yang tidak punya riwayat vaksin atau belum pernah tertular sebelumnya tetap berisiko tinggi menghadapi komplikasi serius yang bisa berujung fatal,” jelas Aji. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















