Dirawat Sepekan, Lurah di Samarinda Meninggal karena Covid-19

  • Whatsapp
Warga berjejer di tepi jalan saat jenazah Sumadi dibawa menuju Tempat Pemakaman Umum (TMU) Raudhatul Jannah Serayu, Tanah Merah, Samarinda untuk penguburan sesuai protokol Covid-19, Minggu (30/8/2020).(Dok. Dinkes Samarinda )

SUMADI (55), Lurah Mugirejo di kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia dini hari ini tadi di ruang isolasi RSUD AW Syachranie Samarinda, Minggu (30/8). Sumadi adalah salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya, Sumadi dijemput tim Satgas Covid-19 di rumahnya, Senin (24/8) lalu, dan membawanya ke RSUD AW Syachranie. Sumadi sudah sepekan menjalani perawatan isolasi.

Bacaan Lainnya

Sekira pukul 08.00 Wita pagi ini, jenazah Sumadi dijemput tim Satgas Covid-19 di kamar jenazah rumah sakit, oleh tim BPBD sebagai bagian dari Satgas Covid-19 kota Samarinda.

“Iya, benar. Pak Lurah (Sumadi) meninggal,” kata Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AH, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (30/8) pagi.

Hendra menerangkan, tim BPBD membawa jenazah ke pemakaman khusus pasien kasus Covid-19, di Serayu, Samarinda Utara. “Dimakamkan sesuai protokol. Ini adalah pemakaman ke-46 jenazah kasus Covid-19 yang kita makamkan,” ujar Hendra.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih membenarkan meninggalnya Lurah Sumadi, dengan riwayat salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, disertai Comorbid atau penyakit penyerta hipertensi, dan diabetes melitus.

“Kode SMD861, dan masuk rumah sakit AWS (RSUD AW Syachranie) dari tanggal 24 Agustus, sekitar jam 5.45 (sore),” kata Ismed.

Kabar duka meninggalnya Lurah Sumadi, mengejutkan warga Mugirejo. Semasa hidup, Sumadi dikenal warganya sebagai sosok yang sangat baik. Sebagai penghormatan terakhir, warga menyampaikan duka cita, dan mengabadikan iring-iringan Satgas Covid-19 Kota Samarinda yang membawa jenazah menuju ke pemakaman, saat melintas di Jalan DI Panjaitan pagi ini. (*)

Pos terkait