Diperpanjang Lagi, PPKM Mikro di Kaltim Masuk Jilid Lima

Ilustrasi.

SAMARINDA – Hingga kini pandemik COVID-19 masih meneror Kaltim. Saban hari pertambahan kasus positif terkonfirmasi selalu terjadi. Karena itu langkah pencegahan diambil Gubernur Isran Noor dengan memperpanjang beleid Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro. Biasa disebut PPKM Mikro.

“Pak Gub memutuskan memperpanjang PPKM Mikro hingga 31 Mei 2021. Ini yang kelima kalinya,” kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Yudha Pranoto seperti dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim pada Kamis (20/5).

Terhitung dua bulan lebih sejak kebijakan ini pertama kali diterapkan dua bulan lalu. Selalu diperpanjang Gubernur Isran mengingat perkembangan kasus virus corona di Kaltim belum juga tuntas. Kini akumulasi positif COVID-19 sudah mencapai 70.504 kasus.

Bila tiap hari tak berhenti bertambah, bukan tak mungkin angkanya mencapai ratusan ribu kasus. Meski demikian, dari jumlah tersebut sebanyak 67.707 pasien sudah alami kesembuhan. Menyisakan 1.105 pasien dalam perawatan, baik itu mandiri maupun isolasi rumah sakit.

Kendati demikian, sebanyak 1.692 orang meninggal dunia akibat wabah ini. Sehingga wajar bila pemerintah menegaskan ketaatan terhadap protokol kesehatan. Lebih-lebih setelah Lebaran.

“Kami melakukan berbagai upaya agar COVID-19 segera berakhir. Mohon dukungan semua pihak, karena wabah ini adalah masalah kita bersama,” tandasnya.

Perpanjangan kebijakan PPKM ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 10/2021 tertanggal 17 Mei lalu. Isi amarannya tak jauh berbeba dengan aturan sebelumnya. Misalnya, PPKM Mikro menyentuh tingkat rukun tetangga. Ada juga kewajiban menerapkan prokes COVID-19 5M. Mulai dari mencuci tangan, menghindari kerumunan, memakai masker, mengurangi mobilitas dan menjaga jarak.

Demi menjaga aturan tetap berlaku, instruksi gubernur ini juga menyebutkan soal urusan operasi yustisi. Itu artinya, tim Satgas COVID-19 masing-masing daerah bakal adakan razia demi menekan penyebaran virus ini.

“Jadi kita memang tak boleh kendor dalam menerapkan prokes saat beraktivitas. Terlebih saat berada di luar rumah,” tegasnya.

Selain waspada dari virus corona, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim ini juga bersyukur angka kesembuhan kian bertambah. Saat ini sudah mencapai 96 persen.

Dirinya pun berharap persentase sembuh ini terus bertambah hingga menjadi 100 persen. Namun mencapai itu masyarakat juga tak boleh kendor dalam menjaga kesehatan dan menerapkan prokes.

“Mari menjaga diri dan sesama,” pungkasnya. (*)

More Stories
Para Wanita Pengkhianat yang Disebut dalam Alquran