Dilanda Hujan Deras Seharian, Sangata Terendam hingga Waspada Buaya

7B685D24 D8E2 4F69 A867 3751F64AA0EB
TNI AL mengevakuasi warga yang terkena dampak banjir.

pranala.co – Banjir setinggi kurang lebih 2 meter menerjang pemukiman penduduk di Sangata, Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Sabtu (19/3/2022).

Atas kejadian tersebut, ratusan warga pun dievakuasi menuju titik-titik posko pengungsian yang telah disediakan. Bahkan disebutkan peristiwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 10 tahun terakhir.

Salah satu kawasan yang terkena imbas paling parah yaitu di Kecamatan Sangata Selatan, tepatnya di Dusun Gunung Teknik, Masabang Ulu Desa Sangata Selatan. Diperkirakan debit air masih terus naik, mengingat tinggi air ada yang sudah sampai atap rumah warga.

“Masih tinggi. Di sini saja ketinggian airnya ada 1,5 meter lebih,” ujar Komandan Posal (Danposal) Muara Sangata Pelda Sba Nur Rofik.

Banjir yang melanda ini diakibatkan oleh meluapnya Sungai Sangata sepanjang 92 kilometer. Curah hujan yang cukup tinggi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi tadi penyebab meluapnya debit air sungai.

“Ini kemungkinan masih akan naik lagi (debit air),” ucap Rofik.

svg%3E
TNI AL mengevakuasi warga yang terkena dampak banjir.

TNI AL sendiri diketahui menerjunkan delapan tim dan delapan perahu karet yang disiagakan di lokasi-lokasi dengan banjir terparah.

Sementara warga yang terdampak diangkut menggunakan perahu karet milik TNI AL menuju tempat pengungsian. Di antaranya yang terdekat ke kantor desa.

Dalam prosesnya, Rofik bersama anggota lainnya sempat mengevakuasi seorang warga dari Dusun Gunung Tehnik yang sedang sakit.

“Tapi tadi sudah kami bawa ke rumah keluarganya yang aman dan mendapat perawatan dari pihak puskesmas,” jelasnya.

Selain waspada banjir, Rofik juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan munculnya predator air, yaitu buaya.

Selain TNI, anggota Palang Merah Indonesia (PMI) juga disiagakan di posko-posko pengungsian. Ketua Markas PMI Kutim Wilhelmus Wio Doi mengatakan, pihaknya juga turun melakukan evakuasi terhadap korban banjir. Selain itu pihaknya juga menyiapkan tenaga untuk dapur umum.

“Jadi kami tidak memberikan obat, kecuali melakukan emergency respons jika ada korban yang luka-luka,” kata pria yang akrab disapa Ewil ini. [dn]

More Stories
pilkada 1
Potensi Pelanggaran Pilkada Bontang saat Pandemi, Mulai Data Pemilih hingga Politik Uang