BONTANG, Pranala.co – Langkah kaki Dewi Afliza, seorang kader IMP dari Kelurahan Belimbing, Kota Bontang menapak lebih mantap ke panggung kehormatan. Kini, nama Dewi sedang disiapkan untuk mewakili provinsi dalam seleksi tingkat nasional.
Inovasinya yang bertajuk GASING alias Gerakan Pelayanan Edukasi Cegah Stunting sukses mengantarnya meraih Juara 1 Apresiasi Tenaga Lini Lapangan Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Di balik senyum ramahnya, Dewi adalah sosok gigih yang memegang peranan penting di lapangan sebagai Ketua Sub PPKBK (Pusat Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Kelurahan). Ia bukan sekadar nama dalam struktur kader IMP—tapi penggerak langsung berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan KB (Keluarga Berencana) di tengah masyarakat.
IMP sendiri merupakan singkatan dari Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan. Para kadernya bertugas menyentuh lapisan paling dasar di masyarakat, mulai dari mengorganisir kelompok KB, menyebarkan informasi dan edukasi, hingga mendampingi warga dalam penggunaan alat kontrasepsi dan pencatatan peserta KB. Bahkan, mereka sering jadi sandaran pertama dalam konsultasi perencanaan keluarga.
Inovasi GASING menjadi salah satu sorotan dalam penilaian yang dilakukan oleh BKKBN Provinsi Kaltim. Penilaian itu meliputi pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), perencanaan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga, hingga inovasi pelayanan yang berdampak langsung pada pencegahan stunting.
Sebelum melangkah ke tingkat provinsi, Dewi lebih dulu lolos seleksi ketat di tingkat kecamatan dan Kota Bontang. Seleksi dilakukan secara offline dengan berbagai tahapan, mulai dari presentasi, evaluasi kinerja lapangan, hingga pengukuran dampak inovasi terhadap masyarakat sekitar.
“Semoga Ibu Dewi bisa lolos hingga tingkat nasional dan membawa nama Bontang harum. Ia sudah menjadi inspirasi, terutama bagi kader-kader lain agar terus berinovasi dan mengabdi,” ujar Lurah Belimbing, Dwi Andriyani, penuh harap.
Dwi juga menambahkan bahwa GASING bukan sekadar program biasa, tetapi gerakan nyata yang menyentuh langsung problem stunting dari akar rumput. Dengan pendekatan edukatif dan pelayanan langsung, Dewi mampu membuat masyarakat Belimbing lebih sadar akan pentingnya perencanaan keluarga yang berkualitas.
Tak berlebihan jika keberhasilan Dewi Afliza dianggap sebagai cerminan kuatnya peran perempuan dalam membangun generasi sehat dan unggul dari lingkungan terkecil: keluarga.
Keberhasilannya juga mempertegas bahwa keberhasilan program nasional tak akan mungkin tercapai tanpa para penggerak di lapangan yang bekerja dalam diam, namun berdampak luar biasa.
Kini, perjalanan Dewi menuju panggung nasional telah dimulai. Dan harapan warga Belimbing—dan mungkin seluruh Bontang—menyertainya. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










Comments 1