Pranala.co, PANGKEP – Desa Tompobulu mendadak menjadi perhatian nasional. Desa ini berada di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Beberapa hari terakhir, Tompobulu menjadi lokasi posko utama SAR. Posko itu dibangun untuk pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Namun, di balik perannya sebagai pusat operasi SAR, Tompobulu menyimpan cerita lain. Desa ini ternyata adalah desa wisata berprestasi. Namanya dikenal hingga tingkat provinsi dan nasional.
Tompobulu pernah menjuarai Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024. Desa ini juga masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Tak hanya itu, Tompobulu meraih juara dua Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2023.
Prestasi itu tidak diraih dengan mudah. Potensi alam, budaya, dan partisipasi warganya menjadi kekuatan utama. Namun ironi muncul di tengah pujian. Desa berprestasi ini justru kesulitan mengakses jaringan internet.
Masalah itu terlihat jelas saat operasi SAR berlangsung. Tim Satgas SAR terpaksa menggunakan jaringan Starlink. Sinyal seluler nyaris tidak bisa diandalkan.
Kondisi serupa dialami para wartawan. Peliputan di lapangan terkendala jaringan. Mengirim berita menjadi tantangan tersendiri.
Fakta ini memantik keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya datang dari DPRD Kabupaten Pangkep.
Anggota DPRD Pangkep dari Komisi I, Muhammad Ramli, angkat bicara. Ia menilai Tompobulu layak mendapat perhatian khusus.
Menurut Ramli, akses telekomunikasi adalah kebutuhan dasar. Apalagi bagi desa wisata yang terus berkembang. Terlebih lagi, desa ini baru saja menjadi pusat perhatian nasional.
“Insyaallah kami akan mencoba membangun komunikasi dengan pihak terkait. Baik di daerah maupun di pusat,” ujar Ramli.
Ia menyebut pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan penyedia layanan telekomunikasi perlu duduk bersama. Tujuannya untuk mewujudkan akses telekomunikasi yang layak bagi warga Tompobulu.
Ramli mencontohkan upaya serupa yang pernah dilakukan pemerintah. Akses telekomunikasi berhasil dibangun di wilayah kepulauan terluar Pangkep. Termasuk Kecamatan Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas.
Ia berharap langkah serupa bisa diterapkan di Tompobulu. Desa wisata tidak boleh tertinggal secara digital. Prestasi seharusnya berjalan seiring dengan infrastruktur. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















