Denda Tak Bermasker di Samarinda Belum Berlaku

Ipda Gusti dari Polsek Samarinda Kota saat mengenakan masker ke salah satu pengunjung di Citra Niaga, Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

KOTA Samarinda masih zona merah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kaltim. Di kota ini akumulasi positifnya sudah mencapai 570 kasus. Itu sebab sosialiasi tentang protokol kesehatan ketat dilakukan. Termasuk pada Jumat (21/8) malam oleh Polsek Samarinda Kota.

“Ini sesuai dengan instruksi Mabes Polri, kami sosialisasi rutin dari pagi sampai malam, terutama di tempat-tempat yang ada keramaian,” ucap AKP M Aldi Harjasatya, Kapolsek Samarinda Kota saat diwawacarai sejumlah media pada Jumat malam.

Salah satu aturan yang masuk dalam agenda sosialisasi itu ialah penerapan Perwali Nomor 38/2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Penanganan COVID-19. Terlihat sejumlah petugas polisi mendatangi satu per satu gerai usaha yang terletak di Kawasan Citra Niaga. Total ada enam titik yang disambangi oleh petugas.

“Pusat keramaian di Jalan Agus Salim, Lambung Mangkurat, Danau Toba, Ahmad Dahlan, Citra Niaga dan Jalan Mawar,” urainya.

Perwira balok tiga ini juga menegaskan jika menjaga jarak saat duduk bersama kawan-kawan itu penting. Selain itu tak lupa juga memakai masker dan cuci tangan.

“Satu meja itu maksimal dua orang saja,” pintanya.

Perwali Nomor 38 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Penanganan COVID-19 sebenarnya sudah berlaku pada 13 Agustus 2020, namun karena ada revisi maka aturan itu kembali dibahas. Itu sebab pihaknya hanya memberikan sosialisasi, tak menarik denda bagi yang tak bermasker.

“Untuk pengenaan denda belum ada, karena perwali masih dibahas. Kalau sudah ditetapkan mungkin kami akan denda secara sosial lebih dahulu,” tutupnya. (*)

More Stories
Gelapkan Sertifikat Tanah, Anggota DPRD Balikpapan Dijebloskan ke Penjara