Demi Mereduksi Stigma, Bontang Bentuk Relawan Muda RT Siaga Covid-19

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan materi kepada Relawan Muda Siaga Covid-19 Bontang di Pendopo, Ahad (17/5). (Dok/Humas)

SELAMA tiga hari, 50-70 orang Relawan Muda Covid-19 Bontang disuluh dan latih. Mulai Jumat sampai Ahad (17/5) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Mereka berasal dari tiga kecamatan di Kota Bontang.

Relawan ini diambil dari setiap Rukun Tetangga (RT) di Bontang. Setiap RT dihimpun 5 relawan dari unsur apa saja, namun memenuhi persyaratan yang disampaikan Dinas Kesehatan melalui lurah kepada RT setempat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin, pembekalan sudah dilakukan. Tapi tetap jaga jarak. Makanya, hanya perwakilan dari setiap kecamatan dan kelurahan saja untuk mengurangi kepadatan dan menyesuaikan konteks distancing (menjaga jarak), selebihnya coaching melalui daring.

Mereka yang berminat silahkan mengajukan diri. Adapun persyaratan adalah usia relatif 19-45 tahun, tidak merokok, tidak memiliki penyakit komorbid, hingga bersedia menandatangani pernyataan.

Baha menlanjutkan, relawan muda ini dibentuk sebagai impelementasi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Rev 4, Kementerian Kesehatan RI, Bab Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat. Serta, implementasi Buku Pedoman COVID-19 Kementerian Dalam Negeri Bab Kesiapsiagaan Desa/Kelurahan Menghadapi Pandemi Covid-19.

“Gerakan masyarakat ini muncul dalam berbagai inisiatif sejak terjadi insiden munculnya kasus BTG-01. Patut diapresiasi dan perlu dilanjutkan dalam konteks pengorganisasian upaya kesehatan berbasis masyarakat.

Baha bilang, tugasnya melaksanakan surveilan berbasis komunitas, membantu respon cepat pelaporan dan feedback pada petugas wilayah di Puskesmas setempat dan ataupun respon cepat pada Call center PSC.

Terpenting adalah membantu mereduksi stigma/hoaks yang berkembang di lokasi masing-masing. Serta menjadi simpul komunikasi risiko untuk menyampaikan berbagai protokol kesehatan terkait cegah COVID19 termasuk bagaimana desinfeksi yang benar.

Keberadaan Relawan Muda ini, lanjut dia, bukan untuk menggantikan tugas tenaga kesehatan. Relawan muda bersama-sama pemerintah dan seluruh sektor yang terlibat bahu membahu, mengambil peran menanggulangi COVID-19 di Kota Bontang. (js)

More Stories
Hipertensi dan Diabetes jadi Momok Warga Bontang