Dear Ibu Mega, 3 Kader PDIP Terciduk KPK 10 Hari Terakhir Loh

KETUA UMUM PDIP MEGAWATI SOEKARNOPUTRI BERPIDATO USAI PENGUMUMAN NAMA CALON KEPALA DAERAH DALAM PILKADA SERENTAK 2020 DI JAKARTA, RABU (19/2/2020)

PRANALA.CO, Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pekan terakhir November 2020 hingga pekan pertama Desember 2020 sukses menjaring tiga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Merespons dinamika yang ada, PDIP mendukung penuh berbagai langkah KPK.

Ketiga kader partai ‘wong cilik’ yang terjaring KPK, yaitu Wali Kota Cimahi yang juga Ketua DPC PDIP Kota Cimahi Ajay Priatna (27 November 2020), Bupati Banggai Laut yang juga Ketua DPC PDIP Banggai Laut Wenny Bukamo (3 Desember), dan Menteri Sosial yang juga Wakil Bendahara Umum PDIP Juliari Batubara (6 Desember).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.

“Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Siapapun wajib bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh KPK tersebut,” ujar Hasto sebagaimana dikutip dari laman resmi PDIP, Ahad (6/12).

Menurut dia, PDIP selalu mengingatkan kepada kader yang menjadi pejabat publik bahwa kekuasaan itu untuk rakyat. Partai melarang segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi.

“Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati selalu memberikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasan, tidak korupsi. Tertib hukum adalah wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi,” kata Hasto.

“Dalam tiga kali Sekolah Calon Kepala Daerah terakhir, PDI Perjuangan selalu mengundang pembicara dari KPK terkait pentingnya membangun kesadaran dan semangat anti korupsi tersebut,” lanjutnya.

Hasto pun mengungkapkan PDIP mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa OTT tersebut. PDIP, menurut dia, terus membangun sistem pencegahan korupsi secara sistemik dan dengan penegakan disiplin agar berbagai kejadian yang ada benar-benar menciptakan efek jera. [cnbc]

More Stories
18 Tahun Diusulkan, Genangan Air di Simpang 4 Al-Hijrah Belum Ada Solusi