Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp806,4 miliar hingga akhir Mei 2025. Angka ini setara 29,27 persen dari total anggaran pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp2,75 triliun sepanjang tahun 2025.
Data tersebut tercantum dalam Laporan Realisasi Semester Pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prognosis Enam Bulan Berikutnya, yang diteken Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni per 30 Juni 2025.
Pendapatan terbesar Pemkot Bontang masih disumbang dari dana transfer, terutama Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Dari total target transfer Rp2,34 triliun, realisasi sampai akhir Mei mencapai Rp683,5 miliar atau 29,19 persen.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyentuh angka Rp122,8 miliar atau sekira 32,15 persen dari target tahunan sebesar Rp382,1 miliar. PAD paling besar bersumber dari pajak daerah sebesar Rp46,9 miliar dan retribusi daerah Rp47,1 miliar.
Dari sisi belanja, realisasi belanja daerah Kota Bontang hingga 31 Mei 2025 mencapai Rp685,3 miliar atau sekitar 22,68 persen dari total anggaran belanja yang dipatok sebesar Rp3,02 triliun.
Belanja paling dominan berasal dari belanja operasi, khususnya belanja pegawai sebesar Rp286,9 miliar dan belanja barang dan jasa sebesar Rp231,4 miliar. Belanja hibah yang sudah terserap mencapai Rp8,1 miliar dari target Rp81,3 miliar.
Sementara belanja modal masih terbilang rendah, baru terealisasi Rp158,2 miliar dari anggaran total Rp1,12 triliun, atau sekitar 14,09 persen. Belanja tak terduga tercatat hanya Rp255 juta dari pagu Rp6,5 miliar.
Meski pendapatan masih belum menutupi belanja, Pemkot Bontang berhasil menutup defisit anggaran dengan memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Total pembiayaan yang diterima melalui penggunaan SiLPA mencapai Rp282,1 miliar, melebihi proyeksi awal yang hanya Rp266,1 miliar. Dengan demikian, terjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) baru sebesar Rp403,2 miliar.
Meski baru menyentuh angka 29 persen pada semester pertama, Pemkot Bontang tetap optimistis mampu mengejar target pendapatan di semester kedua. Realisasi dana transfer dari pusat dan provinsi diproyeksikan meningkat signifikan, terutama Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil.
Di sisi belanja, sejumlah program pembangunan infrastruktur akan mulai berjalan di semester kedua, yang diperkirakan akan mendorong akselerasi realisasi belanja modal.
Berikut Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Kota Bontang Ta. 2025 bisa dilihat di sini ==> Dokumen LRA Pemerintah Kota Bontang Ta. 2025
















