Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersiap duduk satu meja dengan sejumlah perusahaan. Agendanya: membahas pembagian porsi bantuan sosial (bansos), baik yang bersumber dari APBD maupun dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Langkah ini menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat kesejahteraan warga. Terutama bagi masyarakat yang masuk kelompok Desil 2, 3, dan 4. Kelompok ekonomi menengah ke bawah yang masih membutuhkan dorongan agar lebih mandiri.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, membawa kabar baik. Ia memastikan sudah tidak ada lagi warga Bontang yang masuk kategori Desil 1 atau sangat miskin.
“Artinya, bantuan bisa lebih fokus untuk kenaikan level kesejahteraan warga di tahap berikutnya,” ujar Agus Haris, Kamis (6/11/2025).
Dalam pertemuan nanti, Pemkot ingin menyelaraskan proporsi bantuan. Termasuk alokasi dari perusahaan melalui TJSL. Baik untuk program sosial maupun infrastruktur.
“Kita akan tunjukkan kondisi ekonomi warga kami. Dari situ, perusahaan bisa menentukan berapa persen dana TJSL yang ingin diarahkan,” jelas Agus.
Ia menambahkan, kajian ini mencakup kondisi ekonomi per kepala keluarga maupun per individu. Semua ditujukan agar bantuan lebih presisi dan sesuai kebutuhan lapangan.
Jumlah penerima bantuan sosial masih dalam tahap finalisasi. Namun Pemkot memprediksi jumlahnya akan menyusut. Efek dari pemutakhiran data yang dilakukan serentak.
“Data final nanti akan jadi basis data sosial Kota Bontang. Terintegrasi dengan Kementerian Sosial,” kata Agus.
Pemkot Bontang juga memberikan apresiasi kepada para ketua RT. Setiap ketua RT mendapat insentif Rp2 juta. Tujuannya untuk mendorong mereka memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat.
“Ketua RT harus tahu kondisi warganya. Siapa yang kesulitan ekonomi, siapa yang putus sekolah, siapa yang butuh bantuan. Dengan pendataan ulang ini, kita ingin data yang benar,” tegasnya.
Program Desil adalah metode pemerintah untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Desil 1: sangat miskin; Desil 2–4: miskin hingga rentan miskin; Desil 5–10: menengah hingga kaya
Pemkot Bontang berharap pemutakhiran data ini menjadi pijakan baru. Tujuannya: memastikan bantuan sosial diberikan tepat sasaran dan mampu mengangkat ekonomi warga yang membutuhkan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















