Pranala.co, BONTANG – Cuaca Bontang makin sulit ditebak. Pagi terasa terik, siang bisa berubah jadi hujan deras. Suhu sempat menyentuh 34°C. Lalu tiba-tiba langit runtuh. Air tumpah dari langit. Begitulah sepanjang September ini.
Hasilnya: bencana datang bergantian. Kadang banjir. Kadang longsor. Sesekali karhutla. Bahkan angin kencang ikut menambah daftar.
Kepala BPBD Bontang, Usman, sudah memperkirakan. Ia bilang, sejak awal September timnya membaca tanda-tanda cuaca. Analisis BMKG jelas: potensi bencana meningkat.
“Makanya kami langsung siapkan surat imbauan kewaspadaan dini. Kami gandeng OPD, kecamatan, kelurahan, sampai relawan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Surat itu selesai 9 September. Tapi baru diteken 16 September. Hari yang sama saat banjir menggenangi kota.
Kajian risiko bencana menempatkan Bontang sebagai daerah rawan. Ada empat ancaman utama: banjir, longsor, karhutla, dan cuaca ekstrem. Itu belum termasuk ancaman teknologi. Industri petrokimia, migas, sampai sawit ada di sekitar kota.
Dalam satu bulan ini saja, catatan BPBD sudah penuh. Dua kali banjir. Tujuh kali karhutla. Enam kali longsor. Lokasinya tersebar: Tanjung Laut, Gunung Elai, Belimbing, Telihan. Skala memang tidak besar. Tapi cukup mengganggu aktivitas warga. Kerugian pun tetap ada.
“Perubahan suhu drastis jadi pemicu. Panas ekstrem membuat semak belukar kering. Begitu kena percikan, mudah terbakar. Saat hujan turun deras, longsor dan banjir ikut datang,” jelas Usman.
Ia mengimbau warga untuk tidak abai. Kewaspadaan harus ditingkatkan. Caranya sederhana. Antara lain; siapkan tas darurat berisi dokumen penting, bersihkan saluran drainase, waspadai titik semak kering agar tak terbakar, dan segera lapor pemerintah jika ada tanda bahaya.
“Surat imbauan kewaspadaan dini ini bagian dari early warning system. Harapannya, warga lebih siap. Tidak panik bila bencana datang,” tambahnya.
Cuaca memang tak bisa dilawan. Tapi dampaknya bisa dikurangi. Kata Usman, kuncinya hanya dua: kewaspadaan dan kesiapsiagaan. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








