Covid-19 Didominasi Pendatang, Balikpapan Siapkan Pos Rapid Antigen

  • Whatsapp
Para calon penumpang yang hendak terbang harus menjalani rapid test di Bandara.

ANGKA kasus COVID-19 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur kian merangkak naik belakangan ini banyak disumbang pendatang dari luar daerah. Rapid test antigen yang diberlakukan sebagai syarat masuk Balikpapan sementara ini baru berlaku untuk perjalanan udara atau penerbangan. Untuk jalur laut, tingkat kepatuhannya masih rendah dan terus dikaji. Sedangkan untuk jalur darat, saat ini juga masih masuk kajian Satgas COVID-19 Balikpapan.

Sementara perkembangan kasus COVID-19 per Senin (18/1), ada penambahan 154 kasus positif COVID-19 di Balikpapan. Sementara untuk kasus selesai atau sembuh ada 70 kasus. 

Bacaan Lainnya

Rinciannya kasus konfirmasi positif itu adalah 34 kasus bergejala atau suspek, 76 orang tanpa gejala (OTG), 41 perluasan tracing dan 3 dari pengembangan rapid antigen reaktif.

“Kasus OTG didominasi KTP luar daerah. Ada 31 orang, apakah jalan darat atau laut,” beber Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat rilis pada Senin

Sementara ini langkah yang akan diambil Satgas COVID-19 Kota Balikpapan adalah melakukan rapid test antigen secara acak di dua pintu masuk jalur darat. Dua lokasi ini adalah Kilometer 23, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara dan Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur. 

“Nanti akan kami pasang pos. Secara acak akan kami lakukan rapid antigen. Yang terjaring atau reaktif tidak diperkenankan masuk Balikpapan,” beber ketua Satgas COVID-19 Kota Balikpapan ini.

Sementara ini masih pada tahap persiapan untuk pos dan petugas. “Jadi di waktu tertentu saja (rapid test antigen). Di dua lokasi ini kami siapkan gratis. Kami upayakan pekan ini,” katanya.

Salah satu rumah sakit rujukan COVID-19, RS Kanujoso Djatiwibowo juga telah menyatakan untuk sementara tidak bisa menerima pasien tambahan karena penuh.

“Kanujoso sedang mengajukan persetujuan ke gubernur untuk menambah lagi ruangan,” ungkap Rizal. 

Saat ini, dari kapasitas 142 tempat tidur, semua sudah terisi. “Hal ini, perlu diwaspadai. Terlebih RS Kanujoso Djatiwibowo adalah rumah sakit rujukan pertama COVID-19 Kota Balikpapan,” katanya.

Sedangkan untuk rumah sakit rujukan secara keseluruhan, setelah beberapa waktu lalu sempat ditambah menjadi 453 tempat tidur, bed occupancy rate-nya kini mencapai 426. Untuk ruang ICU, dari 37 yang disediakan, tersisa tiga yang masih tersedia, yakni ICU khusus untuk bayi dan anak. 

Di kesempatan sama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty menjelaskan, dari penambahan 154 kasus positif baru ini ada 110 kasus terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Hal ini jadi perhatian satgas, pasalnya banyak yang merupakan OTG, meski juga beberapa merupakan suspek atau bergejala. 

Dirinya juga mengaku prihatin melihat data yang ada. Jika biasanya suspek berusia 50 tahun ke atas, dalam beberapa hari belakangan, banyak suspek berusia mulai dari 40 tahun.

“Mungkin ini berkaitan dengan banyaknya aktivitas di luar rumah usia produktif. Mohon jadi perhatian dan tetap taati protokol kesehatan. Karena memang mereka banyak yang harus keluar rumah lantaran bekerja,” terang Dio, sapaan Andi Sri Juliarty.

Total kumulatif kasus positif COVID-19 di Balikpapan saat ini mencapai 7.937 kasus. Sebanyak 435 diantaranya dirawat atau bergejala, sementara 1.031 menjalani Isolasi, baik di Embarkasi Haji Balikpapan, wisma, maupun tempat-tempat Isolasi mandiri lainnya.

Pasien sembuh atau selesai isolasi per hari ini bertambah 70 orang, sehingga total kumulatif pasien sembuh mencapai 6.156. Untuk kasus meninggal dunia, hari ini tidak ada penambahan. Jumlah keseluruhan sampai kini 315 orang.

 

 

 

[dn]

Pos terkait