Catat! Berikut Proyek di Kaltim yang Bakal Dibiayai APBN

kilang balikpapan
Dua orang petugas melintas di area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan Kalimantan Timur (22/7). (Dok/Katadata)

pranala.co – Pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pembiayaan sejumlah proyek di Kaltim akan menggunakan APBN sebagaimana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kepala Biro Adpim Setda Prov Kaltim M Syafranuddin menyatakan laporan itu disampaikan Bappenas RI ketika Pra Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan atau Pra Rakortekrenbang Tahun 2022, Senin (7/2).

“Dalam mendorong percepatan pembangunan Wilayah Kalimantan tahun 2020-2024 di Kaltim, proyek sangat prioritas (major project), yaitu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” ujarnya di Samarinda, Senin (7/2).

Berdasarkan laporan Bappenas RI yang disampaikan Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas RI, terdapat usulan proyek besar di Kaltim yang masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) selain pembangunan IKN.

Proyek tersebut a.l pembangunan Waduk Multiguna Sepaku Semoi Penajam Paser Utara, revitalisasi Kilang Minyak Balikpapan dan pembangunan Kilang Baru Bontang, pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan, pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 di Kaltim yang disebutkan dalam Evaluasi Rakotekrenbang 2021 dan usulan daerah dalam Rakortekrenbang 2022.

Selain itu, arah kebijakan pembangunan di Kalimantan dalam RPJMN 2020-2024 adalah mempertahankan fungsi Kalimantan sebagai paru-paru dunia (Heart of Borneo).

Ivan sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan meningkatkan konservasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, hutan lindung, dan hutan produksi. Mengembangkan pencegahan bencana alam banjir dan kebakaran hutan.

“Termasuk, mempertahankan peran sebagai lumbung energi nasional melalui pengembangan hilirisasi komoditas batu bara, termasuk pengembangan energi baru terbarukan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengembangan industri berbasis komoditas kelapa sawit, karet, bauksit, bijihbesi, gas alam cair, pasir zirkon dan pasir kuarsa akan terus dilanjutkan.

Hal itu semua bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antar wilayah, serta kesempatan kerja dan menurunkan ketimpangan pendapatan, menciptakan peluang investasi baru dan peningkatan kontribusi investasi Pulau Kalimantan terhadap nasional. [dw]

More Stories
images 10
Status KLB Covid-19 di Kaltim Diperpanjang sampai Akhir 2020