KALIMANTAN Timur (Kaltim) merupakan wilayah yang rawan bencana. Bencana yang sering terjadi di Kaltim antara lain banjir, longsor, gempa bumi, dan kebakaran hutan dan lahan.
Melihat situasi bencana dan proyeksi perubahan iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang prediksi Kaltim akan mengalami tingkat kekeringan yang cukup tinggi dalam 10 tahun ke depan, Pemerintah Provinsi Kaltim terus berupaya meningkatkan ketahanan daerah terhadap bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Agus Tianur melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Tresna Rosano di Samarinda, Kamis (30/11), mengatakan bahwa upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan penguatan kapasitas.
“Upaya untuk mengurangi risiko adalah dengan penguatan kapasitas Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana,” terang Tresna.
Tresna menyampaikan, strategi peningkatan ketahanan daerah di Kaltim meliputi penguatan kebijakan dan kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan Sistem Informasi, Diklat dan Logistik, penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektifitas pencegahan dan mitigasi bencana, perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, serta pengembangan sistem pemulihan bencana. (ADS)
















