BPBD Bontang Minta Waspadai Cuaca Ekstrem Dampak La Nina

Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani

pranala.co – Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Indonesia, termasuk Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Suhu panas terasa pada pertengahan Oktober 2021. Suhu Bumi naik rata-rata 2,7 derajat Celcius pada abad ini. Seperti disampaikan PBB dalam sebuah peringatan terbaru menjelang digelarnya KTT iklim di Glasgow, Skotlandia.

Tetapi dalam kurun waktu dua pekan terakhir, hujan mulai turun secara rutin. Kondisi ini terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Bahkan kadang kala, disertai angin kencang.

Mengacu prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Oktober terjadi peralihan musim. Sebab lainnya, karena dampak dari La Nina. Saat ini, La Nina telah melewati ambang batas yang membuat terjadinya peningkatan awan hujan. Artinya curah hujan menjadi meningkat.

“Secara umum, sampai dengan bulan November 2021, diperkirakan 47,7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ahmad Yani, 18 Oktober 2021.

Kata dia, berdasar data BMKG, La Nina baru melemah di Februari 2022 nanti. Artinya, curah hujan masih akan mengalami peningkatan pada November 2021, Desember 2021 dan Januari 2022. Bahkan tahun ini, La Nina diprediksi memiliki dampak relatif sama dengan tahun lalu. Diikuti dengan berbagai bencana hidrometeorologi.

Dia pun meminta semua pihak sedini mungkin mempersiapkan mitigasi risiko bencana menghadapi datangnya La Nina. [ADS|id]

More Stories
Tarifnya Rp300 Ribu, ASN di Berau Terbitkan Surat Palsu Rapid Antigen