Bontang Masuk Zona Kuning, Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Masih Belajar di Rumah

lustrasi ibu menemani anak belajar. Foto: Shutterstock

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Kalimantan Timur memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 tetap digelar sesuai jadwal. Yakni, pekan ketiga Juli 2020 mendatang. Namun, kegiatan belajar mengajar (KBM) belum akan dilakukan di sekolah, melainkan tetap dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui berbagai media.

Kondisi ini mengingat Bontang masuk dalam Zona Kuning, sehingga megiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2020/2021 di tengah pandemi Covid-19, masih dilakukan dari rumah. Tahun ajaran baru tersebut akan dimulai pada Juli 2020 mendatang.

Definisi zona kuning yang ditetapkan oleh GTPPC19 merupakan wilayah dengan tingkat risiko rendah. Status ini tidak permanen. Selalu akan berubah tergantung perkembangan kasus. Zona kuning bisa berubah menjadi merah dalam sekejap. Jika tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari semua pihak untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Aturan dari Kemendikbud begitu. Hanya Zona Hijau yang boleh belajar tatap muka itupun banyak syaratnya. Nah, Bontang ini zona kuning,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparuddin, Senin, 22 Juni 2020.

Saparuddin bilang, keputusan tersebut dilakukan melalui kajian dan analisis. Menurutnya, hal ini didasarkan pada aspek kesehatan dan keselamatan dalam dunia pendidikan. Apalagi, para pelajar ini masih usia belia. Dia khawatir akan sulit menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker hingga jaga jarak.

“Kita utamakan keselamatan dan kesehatan anak didik, guru, dan orangtua. Makanya masih belajar di rumah,” katanya lagi.

Meski begitu, saat ini Kemendikbud sudah menyediakan berbagai alternatif model pembelajaran bagi siswa selama kegiatan belajar dari rumah. Safaruddin menyebut, pembelajaran jarak jauh bisa melalui internet, pembelajaran melalui televisi dan melalui modul.

Dia pun mengharapkan, agar para wali murid untuk tidak terbebani selama siswa belajar dari rumah. Jika orang tua tak bisa mengakses internet untuk proses pembelajaran siswa, maka bisa menggunakan metode pembelajaran berbasis modul.

“Terpenting kolaborasi antara orang tua dan guru berjalan baik demi meningkatkan kualitas belajar siswa,” harapnya. (*)

More Stories
Tak Ada Sarana Cuci Tangan, 15 Pelaku Usaha di Balikpapan Terjaring Razia