Bontang Kekurangan Pengawas Sekolah, Mutu Pendidikan jadi Minus?

Kabid Ketenagaan dan Budaya, Eka Dedy Anshariddin. - Foto: Lutfi

pranala.co – Keberadaan tenaga pengawas sekolah sangat dibutuhkan. Sebab, jabatan fungsional ini berperan signifikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di tiap satuan pendidikan. Sayangnya, Kota Bontang, Kalimantan Timur, masih kekurangan tenaga pengawas sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kota Bontang melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan dan budaya, Eka Dedy Anshariddin menyebutkan bahwa kota berjuluk Taman ini kekurangan tenaga pengawas sekolah yang disebabkan banyaknya tenaga memasuki masa purnabakti atau pensiun.

Ia mengatakan pengawas yang tersisa tidak sebanding dengan jumlah sekolah dan guru. Sehingga, diperlukan pengangkatan calon pengawas (cawas). Kata dia, untuk saat ini jumlah pengawas yang ada dimaksimalkan agar seluruh guru dan sekolah terpantau.

“Sangat minim sekali Mbak. Tak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada,” ucap Dedy, Jumat (13/8).

Diketahui jumlah keadaan pengawas tahun ini terdapat empat orang. Tiga diantaranya pengawas SD Guru Kelas dan satu diantaranya pengawas SMP. Sedangkan Bontang sendiri membutuhkan 28 tenaga pengawas. Dengan rincian lima tenaga pengawas TK, sembilan tenaga pengawas SD Guru Kelas, satu pengawas guru SD PJOK dan sembilan pengawas SMP.

“Tahun ini kami malah tidak punya tenaga pengawas TK dan guru SD PJOK. Kalau dilihat dari kebutuhan yang ada kami membutuhkan 24 tenaga pengawas lagi,” terangnya.

Nah, untuk mengantisipasi kekosongan pengawas serta melahirkan pengawas-pengawas baru yang kompeten, Dedy mengaku pihaknya tengah melakukan pengrekrutan calon pengawas (cawas). Proses seleksinya masih  berlangsung.

“Jadi seleksi cawas ini kami gelar tiga hari mbak. Mulai 12 sampai 14 Agustus,” imbuhnya.

Untuk diketahui, perekrutan cawas di Kota Bontang diikuti oleh 34 peserta, 2 diantaranya mengundurkan diri, 3 tidak lulus seleksi dan 29 lainnya lulus seleksi administrasi.

“29 itu tidak semua guru. Empat orang kepala sekolah dan 25 guru. Dan dari 29 itu gak semua lolos bakal ada 5 orang yang gugur,” seru Dedy.

Informasi tambahan, tugas pokok Pengawas Sekolah,  yakni melakukan pengawasan akademik dan manejerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan Program pengawasan, pelaksanaan Pembinaan, Pemantauan dan pelajaran 8 standar nasional pendidikan.

Sementara untuk, yujuan Pengawas sekolah adalah untuk memfasilitasi sekolah untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem penjamin mutu dalam memenuhi standar Nasional pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional.

Selain itu tugas pokok dan Fungsi Pengawasa Sekolah, menurut Peraturan pemerintah Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 21 Tahun 2010 tentang jabatan Fungsional, Pengawas SekolH dan Angka kreditnya pasal 13 disebutkan bahwa jenjang pengawas sekolah menjadi 3 bagian mulai dari Jenjang terendah sampai dengan jenjang tertinggi yaitu pengawas minimal golongan III/C atau III/D. (*)

More Stories
Turki Ajak Negara Muslim Kirim Militer ke Palestina