BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus menggenjot upaya menarik investor melalui pengembangan sektor hilirisasi industri. Salah satu fokus utama adalah hilirisasi kelapa sawit yang dinilai memiliki potensi besar di pasar ekspor global.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel, mengungkapkan bahwa hilirisasi sawit menjadi strategi utama untuk memperkuat daya saing industri daerah.
“Kami melihat peluang besar di hilirisasi sawit, mengingat permintaan produk turunan seperti fatty acid dan fatty amine cukup tinggi di pasar global,” ujar Karel, Jumat (21/3/2025).
Karel menjelaskan bahwa melimpahnya potensi kelapa sawit di wilayah tetangga seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim) membuka peluang besar bagi Bontang untuk menjadi pusat pengolahan sawit dengan nilai tambah tinggi. Keberadaan industri pupuk dan kimia di Bontang juga menjadi faktor pendukung dalam pengembangan sektor ini.
Salah satu contoh konkret pengembangan hilirisasi di Bontang adalah rencana PT Energi Unggul Persada (EUP) yang akan memproduksi bahan kecantikan dan sabun berbahan baku sawit. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi daya tarik bagi investor lain untuk menanamkan modal di sektor serupa.
“Kami ingin Bontang menjadi pusat industri berbasis ekspor, dan hilirisasi sawit bisa menjadi pintu masuk bagi investor besar,” tambahnya.
Selain sawit, sektor hilirisasi soda ash juga menjadi perhatian utama. Produk ini memiliki banyak manfaat di berbagai industri seperti kaca, tekstil, dan farmasi. Dengan berkembangnya industri hilir di Bontang, peluang ekspor semakin terbuka lebar.
“Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk menawarkan kawasan industri yang memiliki akses pelabuhan strategis. Ini menjadi daya tarik utama bagi investor yang ingin mengembangkan industri berbasis ekspor,” jelas Karel.
Ke depan, DPMPTSP Bontang berencana memperkuat promosi investasi melalui berbagai kanal, termasuk berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat pengembangan hilirisasi di Bontang.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bontang sebagai pusat industri strategis di Kalimantan Timur dan menarik lebih banyak investor di masa depan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















