BNNP Kaltim Bantah Kabar Pengungkapan Penyelundupan 20 Kg Narkoba di Bontang

Kapal ini sempat diberitakan mengangkut sabu sabu dari Kaltara. Namun, dibantah BNNP Kaltim.

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur, membantah beredarnya berita soal adanya pengungkapan penyelundupan narkoba di Kota Bontang, Kalimantan Timur sepekan ini.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Kalimantan Timur, AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan, pihaknya tidak ada melakukan pengungkapan di Bontang.

Kata dia, berita yang beredar itu sama sekali tidak benar, karena BNNP Kalimantan Timur tidak ada melakukan penindakan. “Yang ngomong begitu siapa? Kok mengarang,” katanya, Senin (18/5).

Dia juga kembali menegaskan, pihaknya tidak ada melakukan kegiatan tersebut di Kota Bontang. “Tidak ada itu. Mereka juga mendapatkan keterangan dari siapa,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, dari informasi yang dihimpun, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan oleh Tim Gabungan BNNP Kalimantan Timur, aparat kepolisian dan Beacukai.

Diketahui narkoba jenis sabu tersebut diselendupkan di salah satu Kapal Motor Rahmi Jaya IV yang melintas di perairan Kalimantan Timur. Beredar informasi telah terjadi pengungkapan penyelundupan narkoba di Bontang, Kalimantan Timur. Dari informasi yang dihimpun, upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan oleh Tim Gabungan BNNP Kaltim, polisi dan Bea cukai, Sabtu (16/5) malam.

PRANALAVISUAL: BONTANG MULAI RAPID TEST MASSAL, SASAR MAL HINGGA PASAR TRADISONAL.

Posted by Pranaladotco on Monday, May 18, 2020

Diketahui narkoba jenis sabu tersebut diselendupkan di salah satu Kapal Motor Rahmi Jaya IV yang melintas di perairan, Bontang, Kalimantan Timur. Kapal tersebut diduga berasal dari Kalimantan Utara. Narkoba jenis sabu itu disembunyikan di plastik susu kemasan. Beratnya sekira 20 kilogram. Beberapa orang yang diduga penyelundup diamankan BNNP Kaltim dan polisi, namun belakangan diketahui satu orang berhasil melarikan diri. (*/tk)

More Stories
Tahun Ini, Seleksi Paskibra Kaltim Ditiadakan