Bisa jadi Duit, Warga Samarinda Diminta Kumpulkan Minyak Jelantah

  • Whatsapp
Ilustrasi minyak jelantah. [GRID.ID]

PRANALA.CO – Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) punya terobosan baru soal penanganan limbah rumah tangga. Namanya, Gerakan Jelantah Membangun Samarinda (Jeng Rinda). Jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi bahan bakar mesin dan bernilai ekonomis.

Sebagai informasi, jelantah adalah minyak bekas yang sudah berkali-kali digunakan. Kampanye ini bakal dimulai dari aparatur sipil negara (ASN/PNS) di lingkungan Pemkot Samarinda.

Bacaan Lainnya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menjadi entitas yang menginisiasi langkah kebijakan tersebut. Tak sendiri, DLH menggandeng PT Garuda Sinar Perkasa (GSP) untuk melakukan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel atau bahan bakar mesin diesel.

“Limbah minyak goreng atau jelantah ini bisa dikelola dan bermanfaat, per satu liter jelantah harganya Rp7 ribu, yang kemudian diolah menjadi biodiesel,” kata Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi di Samarinda, Kamis.

Menurut Rusmadi, jika limbah itu tak bisa ditangani maka tak menutup kemungkinan lemak yang dihasilkan dari jelantah tadi bisa mengakibatkan bahaya di lingkungan sekitar khususnya air bersih.

Belum lagi jika penggunaan minyak sampai berulang kali, tentu akan berbahaya bagi kesehatan. Sehingga tak salah jika dirinya mengategorikan jelantah masuk dalam limbah yang berbahaya bila tidak ditangani serius.

“Jadi saya minta kepala OPD, PKK dan Dharma Wanita bisa menyosialisasikan gerakan ini kepada staf dan kadernya agar mendonasikan minyak jelantah ke DLH, Insya Allah ada nilai ibadah di dalamnya,” sebutnya.

Ia mengimbau masyarakat Samarinda untuk mengumpulkan jelantah agar bisa dimanfaatkan baik untuk dikelola secara mandiri maupun bersama-sama.

Menurut Rusmadi, melalui program Jeng Rinda telah diterapkan sistem donasi kepada masing-masing pegawai kelurahan, kecamatan, dan seluruh OPD diberikan satu jerigen untuk diisi jelantah.

Ia menjelaskan pengelolaan jelantah di tingkat RT akan masuk dalam program Probebaya Rp 100 juta sampai Rp300 juta per RT per tahun “Dananya bisa digunakan untuk masing-masing RT, sasaran kami lingkungan terjaga dan ada nilai ekonomis,” kata Rusmadi.

 

[dw]

Pos terkait