Beroperasi Agustus, Bandara Samarinda Siapkan Laboratorium PCR

Pemkot Samarinda menerima kunjungan pihak Bio Sewoom dan Emera Group. (HO)

BANDARA APT Pranoto Samarinda akan menyiapkan laboratorium Polymerase Chain Reaction atau PCR. Fasilitas tes swab ini direncanakan beroperasi mulai Agustus 2020. Lab tersebut hasil kerjasama Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan dan Bandara APT Pranoto dengan Laboratorium Bio Sewoom asal Korea Selatan dan perusahaan LG Internasional di bawah Emera Group.

Hal itu disampaikan Kepala Bandara APT Pranoto, Dody Dharma Chayadi, Selasa 23 Juni 2020. Fasilitas lab PCR, katanya, menggandeng Laboratorium Bio Sewoom asal Korea dan perusahaan LG Internasional di bawah Emera Group. “Tujuannya mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19 melalui bandara,” ujarnya.

Ia menyampaikan untuk menyiapkan fasilitas terkait Emera Group mengguyur dana investasi sebesar Rp 75 miliar dengan luas ruangan sekitar 460 meter. Estimasinya dalam sehari, laboratorium bandara bisa melakukan tes uji sampel pada 4.000 penumpang maskapai.

Menurut Dody keuntungannya harga terjangkau bagi penumpang. Tiap penumpang membayar di bawah Rp 1 juta, dan bisa mendapat hasil sampel test swab dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Selanjutnya kecepatan akurasi hasil tes lab ini hanya menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam.

“Ini sangat luar biasa, secepat mungkin pendeteksian Covid-19 bagi penumpang dengan waktu yang sangat efisien,” katanya.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengapresiasi langkah Bandara APT Pranoto yang telah bekerjasama dengan Emera Group untuk menyiapakan fasilitas laboratorium tersebut. Ia menilai saat ini alat pendeteksi virus dengan tingkat akurasi yang mendekati sempurna dengan harga murah sangat dibutuhkan warga.

Jaang berpendapat, alat tes swab memang telah ada di Samarinda namun harganya masih sangat mahal. Sehingga jika penumpang ingin berpergian diharuskan menggelontorkan uang yang lebih besar dibanding membeli harga tiket maskapai.

“Untuk melakukan test swab yang berbayar tadi warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.800.000. Belum lagi biaya tiket pesawat. Bisa jadi harga tesnya lebih besar dari ongkos tiketnya,” ujarnya. [*]

More Stories
VIDEO: Manfaat Wastafel Portabel Bapenda Bontang bagi Pelaku Usaha