Berkah Ramadan, Penjualan Bunga Tabur Mulai Ramai

  • Whatsapp
Asmiati dan bocah ini sibuk menjajakan bunga tabur dan air di TPU Pisangan, Bontang, Sabtu, 10 April 2021. [DARWIN TRI]

BONTANG – Gadis kecil itu tak merasa lelah. Mondar-mandir menenteng kresek berisi bunga tabur dan air dalam botol plastik. Sesekali dia merapikan rambutnya yang sudah basah terkena keringat.

Pemandangan ini bisa ditemui saban sore. Dia termasuk salah satu penjual bunga tabur di kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pisangan, Bontang, Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Menjelang Ramadan, penjual bunga tabur kian ramai menjajakan dagangannya. Maklum, tradisi berziarah ke makam keluarga sudah jadi agenda tahunan sebagian warga Bontang.

Pandemi Covid-19 yang belum selesai pun tidak menyurutkan warga berziarah ke makam keluarga. “Di sini buka jualan dari pagi sampai sore,” ujar Asmiati, salah satu penjual kembang saat ditemui, Sabtu 10 April 2021.

Setiap bungkus bunga tabur dihargai Rp 5 Ribu. Isinya macam-macam. Mawar, kantil, kenanga, daun pandan hingga kembang kertas berwarna-warni.

Salah seorang pedagang bunga tabur, di TPU Bontang Kuala, Dirman (54), mengaku suasana tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Lebih ramai tahun ini. Pada waktu awal pandemi sepi pembeli. Sedikit yang datang untuk ziaarah. Mudah-mudahan tahun ini kembali normal,” katanya.

Dia mengaku mulai berjualan sejak pekan lalu. Setiap hari dia bisa jual 20 paket bunga tabur. Harganya dipatok Rp 5 ribu sampai 10 ribu.

“Semoga tidak adanya larangan berziarah bisa membawa berkah selama berjualan bunga tabur tahun ini,” harap dia.

Salah seorang warga, Rusmini (33) mengaku datang bersama kerabatnya ke TPU Pisangan untuk mengirim doa almarhum ibunya. Rusmini, warga Berebas Tengah, Bontang itu mengatakan, berziarah menjelang bulan Ramadan sudah dilakukan sejak lama dan rutin setiap tahunnya.

“Tetap datang berziarah dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya. **

Pos terkait