Berantas Narkoba, DPRD Sebaiknya Jalani Tes Urine

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD BONTANG, AGUS SUHADI.

PRANALA.CO – Kasus peredaran narkoba menjadi kasus ranking satu kurun 2020 terjadi di wilayah hukum Polres Bontang. Setidaknya, ada 70 kasus peredaran narokoba yang diungkap Polres Bontang di tahun 2020. Berbeda dengan sebelumnya, tercatat hanya 63 kasus yang terungkap di tahun 2019 lalu. Berarti ada kenaikan 7 kasus narkoba.

Kondisi ini pun mendapat atensi dari Anggota DPRD Bontang, Agus Suhadi. Bahkan, dia mendorong agar seluruh legislator Bontang melakukan tes urin mendeteksi pengguna narkoba.

Bacaan Lainnya

“Ini perlu dilakukan sebagai bentuk kami mendukung upaya pemerintah memerangi narkoba,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Menurutnya, pemberlakuan tes urin maupun tes narkoba itu akan lebih efektif kalau dimulai dari anggota legislatif dan aparat penegak hukum.

Dia menilai kalau warga masyarakat biasa yang tertangkap kasus narkoba, maka pemberantasan tersebut tidak efektif.

“Saya mendukung gagasan tersebut, dilakukan tes urin bagi anggota DPRD karena mereka juga pemimpin,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD ini menyatakan setuju kalau pemeriksaan urin itu dilakukan atas kerja sama DPRD dengan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Bontang dan dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Bahkan, menurutnya, sebelum mereka maju menjadi calon legislatif, persyaratan bebas narkoba bisa dijadikan sebagai salah satu syarat yang diatur dalam satu produk legislasi.

 

[jn|ADS]

Pos terkait