Pranala.co
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
Pranala.co
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kolom

Belajar dari Rumah; Madu atau Racun?

Suriadi Said Editor Suriadi Said
9 April 2021 | 01:12
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BELAJAR dari Rumah (BDR) telah berjalan 10 bulan. Selama itu pula romantika tentang BDR mewarnai cerita. Ada kisah suka duka yang dialami pendidik, peserta didik, dan orang.

Pelaksanaan BDR yang sudah berbulan-bulan ini juga harus dievaluasi. Jangan sampai niat baik agar peserta didik tetap belajar walau dari rumah menjadi hancur. Jangan sampai bukan madu yang mereka dapatkan tetapi racun yang mereka rasakan karena BDR telah membawa kabar tragis kematian.

BACA JUGA

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 Triliun

10 Tahun Hotel Platinum

Gubernur Kalsel Makan “Sunduk Lawang”

Kebun Agrinas

BDR menjadi pilihan agar hak anak untuk mendapatkan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 tetap dapat dilakukan. Kebijakan BDR yang dikeluarkan oleh Kemendiknas bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19.

BDR juga untuk melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk covid-19. Selain itu juga untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19di satuan pendidikan. Pada akhirnya BDR memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali. Tujuan tersebut tentunya harus dibarengi dengan usaha-usaha Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang baik.

Konsep BDR yang akhirnya dijalani berbagai sekolah juga berbeda-beda. Semuanya tergantung kesiapan saran PJJ dan BDR pendidik dan peserta didiknya. Untuk melaksanakan BDR dan PJJ ini membutuhkan sarana komunikasi berbasis internet. Kebijakan pemberian bantuan kuota internet oleh pemerintah pusat dan daerah juga sudah dilakukan.

Selain kuota, kebutuhan lainya adalah telepon genggam android atau laptop. Bagi peserta didik, pendidik, dan sekolah yang mempunyai fasilitas tersebut tentulah bukan menjadi kendala, tetapi bagaimana jika tidak punya?

Media sosial menyampaikan berita berbagai usaha dan kreatifitas guru dibuktikan saat ini agar anak-anak dapat belajar. Ada yang hanya memanfaatkan fasilitas WA untuk menyebarkan materi pembelajaran dan pengumpulan tugas-tugas.

Ada juga Bapak Ibu guru yang harus mendatangi rumah peserta didik untuk memberikan pelayan karena terkendala fasilitas dan permasalahan ekonomi. Beberapa sekolah ada juga yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil dan menyerahkan Lembar Kerja Siswa selama BDR ke sekolah setiap minggunya.

Bagi sekolah, pendidik, dan peserta yang ditunjang fasilitas lengkap BDR dapat berlangsung dengan media meeting daring seperti zoom meeting atau googlemeeting. BDR dan PJJ dengan berbagai media tetap bisa dilakukan. Setelah beberapa bulan pelaksanaan BDR dan PJJ, media sosial mulai diramaikan dengan berita suka duka BDR.

Romantika orangtua mendampingi anaknya BDR menjadi topik berita yang menarik. Mulai dari kelucuan-kelucuan saat proses BDR, hingga kisah sedih nan tragis yang mewarnainya. Orang tua tidak sedikit mengambil peran guru selama BDR.

Video seorang anak kecil yang menangis dan mengadu kepada Pak Menteri Pendidikan karena banyaknya tugas-tugas yang harus ia selesaikan beredar di media sosial menjadi viral. Video Emak-Emak yang “berkeluh kesah” dengan PJJ dan BDR juga ramai di medsos. Bahkan yang tragis terjadi di Kecamatan Larangan, Tanggerang pada 26 Agustus 2020 lalu, seorang anak SD meninggal di tangan orang tuanya sendiri karena dianaiaya saat BDR.

Terbaru berita dari Makassar tentang seorang siswa sekolah menengah yang bunuh diri minum racun karena disinyalir strees dengan banyaknya tugas-tugas yang tidak dapat diselesaikan karena jaringan internet di desanya tidak bagus.

KPAI yang menganggapi kasus-kasus tragis selama BDR ini sangat prihatin dan menyayangkan. KPAI juga menyarankan agar PJJ dan BDR harus mempertimbangkan banyaknya tugas-tugas selama BDR agar anak-anak tidak menjadi bosan bahkan stres.

Selain KPAI, Kak Seto sebagai seorang praktisi psikologi anak mengingatkan agar PJJ dan BDR tidak boleh menekankan pada penuntasan capaian akademik dan kelulusan. Belajar bukan hanya masalah akademik. Kak Seto juga menyoroti sekolah yang menerapkan PJJ secara berlebihan sehingga membatasi kebebasan anak dan menyebabkan stres pada anak.

Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip PJJ dan BDR yang disampaikan kemendiknas bahwa prinsip yang utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik. Jadi sangat ironis jika PJJ dan BDR justru menyebabkan kisah sedih bahkan tragis berakibat hingga kematian.

Sampai saat ini belum ada yang tahu sampai kapan peserta didik belajar dengan BDR dan guru mengajar dengan PJJ. Tentunya yang kita inginkan memberikan madu bukan racun bagi anak-anak didik kita. Kebosanan bin kejenuhan sepertinya sudah hampir memuncak, tetapi saat ini juga kita tidak punya pilihan lain. Maka sekolah dan guru harus mempunyai kebijakan darurat covid yang lebih memudahkan mereka untuk menerima haknya yaitu belajar dengan aman dan nyaman. [*]

Tags: Belajar di RumahOpini Pembaca
ShareTweetSend
Previous Post

Ekonomi Kaltim Masih Hadapi Tantangan Pemulihan

Next Post

Pusat Diminta Selesaikan Jembatan Penghubung IKN

Suriadi Said

Suriadi Said

Related Posts

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 TriliunKang Dedy, Kamil, dan Lucky OPINI: Menyoal Menteri dari Kaltim
Kolom

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 Triliun

8 Oktober 2025 | 11:13
Gratispol Terancam “Kada Pol”
Kolom

Gratispol Terancam “Kada Pol”

5 Oktober 2025 | 17:48
10 Tahun Hotel Platinum
Kolom

10 Tahun Hotel Platinum

4 Oktober 2025 | 08:30
Gubernur Kalsel Makan “Sunduk Lawang”
Kolom

Gubernur Kalsel Makan “Sunduk Lawang”

10 Juli 2025 | 08:27
Rektor Unmul Mantu Pertama
Kolom

Rektor Unmul Mantu Pertama

17 Juni 2025 | 08:23
Kebun Agrinas Gelap Terang
Kolom

Kebun Agrinas

13 Juni 2025 | 12:11
Next Post

Pusat Diminta Selesaikan Jembatan Penghubung IKN

Mandek, Ini Upaya Pemprov untuk Investasi di Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

  • Dugaan Pelecehan di UINSI Samarinda, Duta Kampus Dilaporkan Mahasiswi

    Dugaan Pelecehan di UINSI Samarinda, Duta Kampus Dilaporkan Mahasiswi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji ASN Bontang yang Bercerai Akan Dipotong Otomatis untuk Nafkah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Air Bersih Intai Bontang, Wali Kota: Sumur Mulai Tak Bisa Disedot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Poros Tabo-Tabo Kotor Kembali, Warga Keluhkan Debu dan Minimnya Manfaat Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Pastikan Bantuan Hibah untuk Aparat Penegak Hukum Tetap Ada Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
logo

Situs berita yang menampilkan berita dan informasi terkini khususnya seputar Kaltim dan Nasional. Pranala.co, semakin tahu Kalimantan Timur.

TELUSURI

Bontang

Samarinda

Balikpapan

Kaltim

Nasional

Ekonomi

Olahraga

Ragam

Islampedia

Infografis

Video

Kolom

Copyright © 2025Pranala.co. All rights reserved

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

content-ciaa-0712

Mix Parlay


yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

Togel Online Resmi

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

news

slot mahjong ways

judi bola online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10111

10112

10113

10114

10115

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10131

10132

10133

10134

10135

10136

10137

10138

10139

10140

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

content-ciaa-0712