Pranala.co, BONTANG — Jabatan baru. Tanggung jawab pun langsung membesar. Baru saja dilantik, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif alias Disporapa-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, tak diberi waktu lama untuk beradaptasi. Pekerjaan rumah sudah menumpuk di depan mata.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membeberkannya secara terbuka. Arah. Target. Sekaligus harapan besar. Disporapar Ekraf, kata Neni, bukan OPD biasa. Anggarannya besar. Perannya strategis. Dan dampaknya harus nyata.
“Disporapar ini mengelola anggaran besar. Di dalamnya ada pendidikan, kepemudaan, olahraga, dan pariwisata. Semuanya menyentuh langsung kualitas sumber daya manusia,” ujar Neni usai melantik enam kepala OPD, Senin (5/1/2026).
Karena itu, hasilnya tak boleh biasa-biasa saja. Salah satu fokus utama adalah pariwisata perkotaan. Urban tourism. Bontang dinilai harus punya wajah wisata yang tertata dan membanggakan, meski dikenal sebagai kota industri dan jasa.
“Pariwisata kota harus ditingkatkan. Urban tourism ini harus menjadi identitas dan kebanggaan Pemerintah Kota Bontang,” tegasnya.
Tak berhenti di sana. Neni juga menyoroti sarana olahraga. Stadion dan gedung olahraga (GOR) di kawasan Bontang Lestari diminta tampil rapi. Terawat. Dikelola profesional. Bahkan, ke depan Disporapar Ekraf akan berkantor di kawasan itu.
“Stadion dan GOR di Bontang Lestari harus rapi dan terawat. Disporapar Ekraf nantinya berkantor di sana, bukan di kantor yang sekarang,” katanya.
Perhatian besar juga diarahkan ke wisata pesisir dan ekonomi kreatif. Dua sektor yang dinilai punya masa depan cerah. Terutama sebagai alternatif di tengah ketergantungan Bontang pada migas.
“Kita punya potensi wisata pesisir dan ekonomi kreatif yang luar biasa. Ini harus digarap sungguh-sungguh agar pariwisata menjadi penggerak ekonomi baru,” jelas Neni.
Di bidang kepemudaan, peran Disporapar Ekraf makin krusial. Ini berkaitan langsung dengan misi transformasi sosial Pemkot Bontang.
Kuncinya satu: sumber daya manusia unggul. “Transformasi sosial itu intinya bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas. Dan salah satu kuncinya ada di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata,” ujarnya.
Semua program, lanjut Neni, harus sejalan dengan RPJMD. Dari total 122 program yang tercantum, banyak yang menjadi tanggung jawab langsung Disporapar Ekraf.
“Masih banyak tugas lainnya. Tolong dibaca dan dipahami. Dalam RPJMD ada 122 program dan banyak yang melekat di Disporapar,” pesannya.
Pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal juga tak luput dari perhatian. Budaya. Potensi lokal. Semua harus diangkat menjadi daya tarik khas yang berkelanjutan.
Sementara di sektor olahraga, targetnya jelas: prestasi harus naik kelas. Dari Porda. Popda. Hingga PON. Optimisme itu beralasan. Atlet Bontang sudah ada yang menorehkan prestasi di tingkat ASEAN.
“Kalau bisa, prestasi di PON juga ditingkatkan. Atlet kita sudah ada yang juara ASEAN. Ini harus terus didorong dan difasilitasi,” pungkas Neni.
Dengan sederet arahan itu, Disporapar Ekraf dituntut bergerak cepat. Menjadi motor pembangunan manusia. Mendorong olahraga berprestasi. Sekaligus mengangkat pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















