Pranala.co, BONTANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terus berjalan. Namun, capaian penerima manfaatnya masih jauh dari target.
Hingga kini, baru 6.511 pelajar yang terlayani melalui tiga dapur yang beroperasi. Angka itu baru sekira 62 persen dari target awal, yakni 10.500 pelajar.
Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan setiap dapur sebetulnya bisa memproduksi hingga 3.500 paket makanan per hari.
Namun, sebagian besar dapur yang baru beroperasi masih dalam tahap penyesuaian. Mulai dari kesiapan fasilitas hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
“Semua masih berproses. Butuh waktu agar dapur dan SDM bisa mencapai kapasitas maksimal,” ujar Surya, Kamis (28/8/2025).
Surya merinci, dapur MBG di Rawa Indah saat ini melayani lima sekolah dengan total 1.931 siswa. Antara lain SD 012 Bontang Selatan, SD Bintang Bontang, SMP Bintang Bontang, SMP Negeri 1 Bontang, dan SMP Negeri 7 Bontang.
Dapur di Bontang Barat 01 mencakup tujuh sekolah dengan 2.222 siswa penerima manfaat. Jumlah itu seharusnya 2.771, namun berkurang karena sebagian pelajar SMK sedang praktik kerja lapangan (PKL).
Sementara dapur di SPPG Bontang Utara 1/Guntung melayani 11 sekolah dengan total 1.809 siswa. Jangkauan dapur ini lebih luas, mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP.
“Setiap dapur memang didesain menjangkau sekolah-sekolah sekitar. Tujuannya agar anak-anak mendapat asupan gizi seimbang yang menunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar,” jelas Surya.
Lebih jauh, Surya menegaskan program MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis. Tapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Bontang.
“Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan bergizi akan tumbuh sehat, cerdas, dan semangat belajar. Artinya, kita sedang menyiapkan SDM Bontang yang lebih unggul,” tegasnya.
Guna mempercepat target, SPPG akan membuka dua dapur baru di kawasan Hop dan Halal Square. Kehadiran dapur tambahan ini diharapkan memperluas jangkauan distribusi makanan sehat.
Dengan bertambahnya dapur, ribuan siswa di Bontang dipastikan lebih terjamin aksesnya terhadap makanan bergizi setiap hari. Harapannya, tak ada lagi anak sekolah yang belajar dalam keadaan lapar atau kekurangan gizi. (FR)
















