Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Kaltim · 20 Mar 2021 00:40 WITA ·

Bappenas: Pembangunan Ibu Kota Baru Dorong Ekonomi Nasional


 Ilustrasi desain ibu kota baru. (Istimewa)
Perbesar

Ilustrasi desain ibu kota baru. (Istimewa)

PRANALA.CO – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan, pembangunan ibu kota negara (IKN) baru akan mendorong ekonomi Indonesia.

”Dalam pandangan kami, kalau itu bisa dilakukan bisa mendorong ekonomi di wilayah timur Indonesia dan nasional secara umum. Utamanya di sektor-sektor konstruksi, real estat, dan konsumsi,” kata Suharso Monoarfa dalam raker bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (17/3) lalu.

Suharso mengatakan, pembangunan IKN baru di Kalimantan Timur merupakan proyek besar untuk menarik pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, mampu lebih tinggi hingga rata-rata pada 2045.

”Diperlukan proyek besar untuk menarik. Jadi ada mendorong dan menarik agar tingkat pertumbuhan kita bisa lebih tinggi sampai dengan rata-rata pada 2045,” ujar Suharso Monoarfa.

Terlebih lagi, Suharso menuturkan, jika program vaksinasi dapat berjalan dan mencapai herd immunity, pada 17 Agustus 2024 Presiden RI bisa melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan di ibu kota baru.

”Tanggal 17 Agustus 2024 itu, presiden bisa melaksanakan upacara 17 Agustus itu di ibu kota negara baru,” tegas Suharso Monoarfa.

Tak hanya itu, dia mengatakan, jika semua berjalan baik dan sesuai dengan rancangan pada master plan, pihaknya optimistis pembangunan istana presiden mulai bisa dilakukan tahun ini.

Oleh sebab itu, menurut dia, pembangunan dan pemindahan ibu kota negara akan mampu berdampak positif pada berbagai faktor dan sektor-sektor pendorong ekonomi dengan kontribusi antara 1,8 persen sampai 2,2 persen terhadap perekonomian.

”Ya itu antara 1,8 persen sampai 2,2 persen kontribusinya. Game changer,” terang Suharso Monoarfa.

 

[red|id]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim