Banyak Kafe di Bontang Langgar Protokol Kesehatan New Normal

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan materi kepada Relawan Muda Siaga Covid-19 Bontang di Pendopo, Ahad (17/5). (Dok/Humas)

PENERAPAN New Normal alias kelaziman baru baru hitungan hari diberlakukan. Evaluasi pun dilakukan. Wali Kota Bontang menggelar rapat evaluasi bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rujab Wali Kota, Ahad (31/5).

Hasil rapat itu, Wali Kota Bontang mengaku jika pandemi Covid-19 belum berakhir. Dia menyebut new normal adalah tatanan baru agar lebih produktif di masa pandemi. New normal bukan berarti bebas, menantang virus, tetapi patuh terhadap protokol kesehatan.

“Harus terus diberikan pemahaman kepada masyarakat: kebiasaan baru yang wajib menjadi perilaku yaitu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun,” katanya.

Hasil pemantauan terhadap aktivitas tempat ibadah pasca-dibuka kembali sejauh ini aman dan sesuai harapan. Implementasi protokol kesehatan harus tetap diupayakan oleh pengelola tempat ibadah maupun jemaah.

Neni menyebut banyak terjadi pelanggaran di tempat perbelanjaan maupun kafe. Banyak kafe yang tidak mengimplementasikan protokol kesehatan COVID-19.

Saat ini pun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang terus mensosalisasikan dan memperbanyak imbauan di tempat keramaian tentang protokol kesehatan.

Maka dari itu, bakal dibentuk tim terpadu untuk pengawasan implementasi protokol kesehatan melibatkan OPD terkait, kecamatan dan kelurahan, Puskesmas, Babinsa, Babinkamtib, FKMD, relawan siaga COVID-19. Tim terpadu akan dibagi berdasarkan wilayah dan Penugasan langsung oleh Sekda selaku Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bontang.

“Implementasi protokol kesehatan menjadi tanggung jawab pemilik sarana, apabila terjadi pelanggaran dilakukan pendekatan dan tindakan sesuai peraturan perundangan berlaku,” katanya lagi

Lanjut Neni, Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 akan kembali menggelar rapid test massal di pusat keramaian dan desinfeksi di tempat umum.

“Kalau tempat wisata belum dibuka sesuai fase, saat ini masih persiapan sarana prasarana terkait penerapan protokol kesehatan,” tambah Neni.

Dia pun berharap masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di tempat umum atau keramaian. Warga pun bisa melapor jika terjadi pelanggaran. Antara lain tidak ada sarana cuci tangan dengan sabun, tidak ada kewajiban menggunakan masker bagi pemberi layanan atau pengunjung, tidak ada jaga jarak.

“Kalau ada yang melanggar silahkan melapor melaui WA ke pengaduan Kesah Etam 0823 9833 3838 dengan melampirkan foto pelanggaran, keterangan tempat dan waktu untuk dapat ditindaklanjuti Tim Terpadu,” pungkasnya. (*)

More Stories
Update 8 April; Tiga Pasien Covid-19 di Kaltim Sembuh