Pranala.co, BONTANG — Lebih dari 1.200 peserta memenuhi area sekitar kilang Badak LNG mengikuti Badak LNG Running Event 5K, Sabtu (6/12/2025). Cuaca cerah dan angin sejuk seakan ikut merayakan ulang tahun ke-51 PT Badak NGL — perusahaan yang telah menjadi nadi ekonomi Bontang selama puluhan tahun.
Acara ini bukan hanya ajang olahraga. Ia menjadi ruang publik yang mempertemukan warga, pekerja, pelaku UMKM, hingga generasi muda dalam suasana penuh energi dan kebersamaan. Hadir Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Plt. Direktur & COO PT Badak LNG Feri S. Nugroho yang menyampaikan pesan optimistis mengenai masa depan kota industri ini.
Wawali Agus Haris menekankan bahwa sejarah Bontang tak bisa dilepaskan dari Badak LNG.
“Hampir 90 persen perputaran ekonomi Kota Bontang berawal dari kehadiran PT Badak. Pasar, UMKM, hingga nelayan pernah merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Menurutnya, Badak LNG bukan sekadar perusahaan energi. Perusahaan ini sudah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan lingkungan.
Agus juga menyinggung rencana reaktivasi train LNG pada 2028. Ia optimistis lapangan kerja akan kembali terbuka luas bagi warga Bontang.
“Kalau dua train aktif kembali, ribuan tenaga kerja akan terserap. Warga tidak perlu ragu tinggal di Bontang,” tegasnya.
Plt. Direktur & COO Badak LNG, Feri S. Nugroho menyebut perayaan tahun ini sebagai momentum evaluasi dan pembaruan. Tema yang diusung: Empowering The Next Journey.
Ia mengumumkan kabar baik tentang selesainya Reactivation Assessment Study. Studi ini membuka peluang menghidupkan kembali fasilitas produksi untuk menerima suplai gas 5 TCF dari Lapangan North Ganal, ENI.
“Ini awal kebangkitan Badak LNG. Jika empat train kembali beroperasi pada 2028–2029, kontribusi perusahaan akan jauh lebih besar,” ucap Feri.
Selain itu, perusahaan kini mempercepat Transformasi Bisnis Hijau untuk menekan emisi karbon tanpa mengurangi nilai ekonomi.
“Ke depan kami ingin lebih hijau, agar bisnis tetap berkelanjutan,” katanya.
Tantangan industri energi yang makin dinamis tetap ia maknai sebagai peluang.
“Dulu diperkirakan tutup 2024. Tapi hari ini kita menyambut pasokan gas baru. Nikmat apa lagi yang kita dustakan?” ujarnya dengan penuh semangat.
Event ini juga menghadirkan area UMKM lokal yang menyuguhkan kuliner dan produk kreatif. Tak jauh dari situ, galeri foto perjalanan Badak LNG sejak 1974 menjadi magnet bagi peserta. Di sana, tergambar jelas bagaimana perusahaan tumbuh bersama masyarakat Bontang.
“Jika perusahaan maju, masyarakat harus ikut maju,” ujar Feri.
Acara ditutup dengan ajakan untuk menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan. Wawali berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Kalau tahun ini 1.200 peserta, tahun depan bisa 5.000 bahkan 10.000. Bontang pasti bisa,” ujarnya optimistis.
Feri pun menyampaikan doa agar perusahaan terus memberikan manfaat luas. “Mohon doanya agar PT Badak semakin kuat, berkembang, dan selalu berkontribusi untuk bangsa dan masyarakat Bontang,” tutupnya. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















