Awal Agustus, Kapal Penumpang Boleh Bersandar di Pelabuhan Bontang Lagi

Ilustrasi arus mudik di Pelabuhan Lok Tuan sebelum adanya pandemi Corona.

PELABUHAN Lok Tuan, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) bakal buka lagi selepas ditutup sejak Maret lalu. Rencananya awal Agustus, pelabuhan kapal itu sudah kembali beroperasi melayani penumpang dari dan ke Pare-Pare Sulawesi Selatan, serta Surabaya.

Kepala Dinas Perhubungan Bontang Kamilan, pihaknya telah mengusulkan pembukaan kembali Pelabuhan Loktuan. Hal ini menyusul kebijakan Kementerian Perhubungan, terkait dibukanya kembali akses transportasi laut pada Mei lalu.

“Ini sudah new normal, kita sudah usulkan sejak lama agar dibuka,” kata Kamilan, Kamis (16/7).

Meski belum final, pihaknya tambah Kamilan sudah menyiapkan protokol kesehatan, dengan mewajibkan rapid test bagi seluruh penumpang sebelum naik kapal.

Begitu pula dengan yang tiba, penumpang juga akan melalui protokol kesehatan, seperti disemprot disinfektan. Serta di pintu masuk pelabuhan, pun dijaga puluhan petugas.

Penumpang yang tiba juga akan didata mulai dari riwayat perjalanan hingga tujuan ke Bontang.

“Kita terapkan protokol kesehatan tiap penumpang,” tambah Kamilan.

Rencana pembukaan kembali pelabuhan ini mendapat tanggapan beragam Anggota DPRD Bontang. Salah satunya anggota Fraksi Golkar Nasdem, Faisal.

Dia meminta pemerintah pikir-pikir dulu, karena khawatir dengan kondisi warga di sekitar pelabuhan. “Kita minta pemerintah telaah lagi, karena bisa membahayakan warga sekitar pelabuhan,” ujar Faisal beberapa waktu lalu di sidang paripurna DPRD.

Sebelumnya, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Bontang, Welly Zakius mengatakan, , tahapan persiapan telah dilakukan pihak terkait. Dalam pertemuan beberapa hari lalu, wacana dilontarkan. Jika pelayaran dibuka, penumpang wajib mengantongi hasil rapid test. Surat itu nantinya disertakan saat hendak membeli tiket.

“Kalau tidak ada hasil rapid test, dilarang naik kapal,” ucapnya.

Durasi keterangan hasil rapid test itu pun hanya berlaku tiga hari sebelum keberangkatan. Jika penumpang membeli tiket secara online dan kedapatan tidak memiliki surat hasil rapid test, otomatis tiket hangus. “Akan tetapi, keputusan ini belum bersifat final,” papar dia.

Pada tahap persiapan ini, petugas telah melakukan evaluasi terhadap keberangkatan dan kedatangan penumpang selama ini. Misalnya, penumpukan penumpang di depan ruang tunggu dipastikan tertangani. Bentuknya dengan menyiagakan petugas untuk mengatur penumpang.

Kondisi ini agar selaras dengan pemberlakuan physical distancing. Tak hanya itu, penumpang nantinya diwajibkan memakai masker. Tujuannya memutus penularan virus corona. “Mengingat kapasitas maksimal penumpang kapal juga kemungkinan hanya 50 persen,” tutur Welly

Diketahui, Pemkot Bontang secara resmi membatasi aktivitas di Pelabuhan Loktuan sejak 30 Maret silam. Ditandai dengan surat permohonan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 27 Maret 2020 lalu.

Dalam suratnya, Wali Kota Bontang Neni meminta mobilitas masyarakat yang keluar-masuk di Bontang diminimalisasi. Salah satunya, menutup akses Pelabuhan Loktuan untuk penyeberangan penumpang hingga pandemi virus Covid-19 mereda.

Biasanya, tiga kapal melayani penumpang di Pelabuhan Loktuan. Dua kapal milik PT Pelni yakni KM Binaiya dan Egon. Serta satu kapal swasta yakni KM Queen Soya. KM Binaiya memiliki rute Bontang-Awerange-Makassar-Labuan Bajo-Bima-Benoa. Adapun rute KM Egon yakni Waingapu-Lembar-Surabaya-Batu Licin-Parepare-Bontang. Dengan kapasitas 554 penumpang. Sementara KM Queen Soya melayani penumpang tujuan Bontang-Parepare. (*)

More Stories
UPDATE! Hasil Test Swab Belum Keluar, ODP di Kutim Meninggal