Menu

Mode Gelap

Kaltim · 13 Jun 2022 19:09 ·

ASN Kutai Barat Wajib Gunakan Pakaian Khas Daerah Setiap Rabu dan Kamis


					Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu Yapan Perbesar

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu Yapan

pranala.co, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai pakaian khas daerah setiap Rabu dan Kamis.

Pada Rabu, pakaian perempuan atasannya putih dan bawahannya mengenakan rok hitam tumpar. Untuk Kamis, atasan kebaya sementara bawahan mengenakan ulap atau ketau dari tenun doyo, tenun badong, sarut maupun tumpar.

Sementara bagi pria, pada Rabu pakaiannya tidak ada perubahan. tetap atasan putih dan bawahan hitam. Sedangkan pada Kamis menggunakan batik khas Kubar

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu Yapan menjelaskan wajibny memakai pakaian khas daerah ini sebagai bentuk upaya Pemkab Kubar untuk melestarikan budaya lokal di Kabupaten beradat.

“Sudah kami sosialisasikan kepada camat agar stafnya bisa menggunakannya,” kata Yayuk Seri Rahayu Yapan, belum lama ini.

Menurut Yayuk, penggunaan pakaian khas daerah ini juga berpotensi menumbuhkan kembangkan roda perekonomian para pengrajin pakaian khas daerah.

Dengan menggunakan buatan daerah sendiri, secara tidak langsung menghidupkan kembali lingkaran perekonomian bagi para perajin dan menumbuhkan rasa cinta produk lokal daerah.

Penggunaan pakaian itu selain melestarikan kembali warisan kebudayaan di wilayah Kubar. Juga diharapkan bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal dan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang menekuni pembuatan kain tenun Kubar.

Sejarah Kain Ulap Doyo, Kain Khas Kutai Barat

Tenun Ulap Doyo diperkirakan telah ada di Kalimantan Timur sebelum abad ke-17, dan terkenal sejak masa Kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai.

Ulap dalam bahasa setempat berarti kain, dan doyo diambil dari nama tanaman yang jadi bahan pembuatnya yakni Curliglia latifolia.

Tanaman ini cirinya seperti pandan yang berserat kuat dan tumbuh secara liar di pedalaman Kalimantan, seperti misalnya di wilayah Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat. [DAS]

Artikel ini telah dibaca 89 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Kaltim Belum Perlu Pakai MyPertamina saat Beli Solar dan Pertalite

1 Juli 2022 - 12:29

main l dapatkan cashback saat beli bbm via aplikasi mypertamina 76383 38367 TdDTrhu3WhjvEEU8XZhKab

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Demi Isi Perut, Mencuri 8 Motor di Kutai Timur

30 Juni 2022 - 16:55

Untitled design 8 1

Keluarga Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur Tolak Kembalikan Tiga Mobil Dinas

30 Juni 2022 - 10:50

IMG 20220416 013108

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite

30 Juni 2022 - 08:38

spbu k6
Trending di Kaltim