Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Balikpapan · 15 Mei 2022 08:54 WITA ·

Antisipasi PMK, 500 Sapi di Balikpapan Sudah Diperiksa Kesehatannya


 Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Heria Prisni. Perbesar

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Heria Prisni.

pranala.co – Petugas dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah memeriksa lebih dari 500 ekor sapi. Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi serta mencegah ternak terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kalau ada tanda-tanda hewan terkena PMK, langsung kami kasih vitamin dan suntikan antibodi,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Heria Prisni, Minggu (15/5/2022).

BACA JUGA: Samarinda jadi Kandidat Tuan Rumah Piala Presiden 2022

Heria menambahkan, sejauh ini tidak ada hewan ternak di Balikpapan yang secara nyata terlihat tertular penyakit tersebut. Selain dari penampakan visual, suhu tubuh sapi juga diperiksa.

“Bila suhunya ada yang mencapai 41 derajat Celsius alias sedang demam, maka sampel air liur dan darahnya diambil untuk diteliti lebih lanjut,”katanya.

BACA JUGA: 5 SMA Terbaik di Samarinda versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Dia melanjutkan, sampel darah dan air liur itu dikirim ke Surabaya karena Balikpapan tidak punya fasilitas pemeriksaan darah ternak.

Dari data yang ada, saat ini di Balikpapan sekurangnya ada 1.100 ekor sapi. Sebagian besar dipelihara oleh para peternak penggemuk, yang untuk selanjutnya dilepas ke Rumah Potong Hewan (RPH), atau disiapkan untuk Hari Raya Iduladha.

Heria menambahkan, sapi yang tertular penyakit mulut dan kuku bisa fatal. Karena mulutnya sakit, sapi akan susah makan.

BACA JUGA: Perusahaan di Bontang Diklaim Sudah Salurkan CSR Rp 28,34 Miliar selama 2021

“Karena susah makan, daya tahan tubuhnya menurun. Sapinya bisa tiba-tiba ambruk dan mati,” kata Heria.

Pada hewan yang terkena penyakit ini, kuku kakinya juga mengalami luka, infeksi, dan membusuk.

“Ini juga membuat daya tahan sapi menurun dan dapat berujung pada kematian,” katanya. (mar/id)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Karantina 18 Hari Dulu, Sapi asal Sulawesi Diizinkan Masuk Balikpapan

26 Mei 2022 - 14:31 WITA

IMG 20220526 173053

Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

25 Mei 2022 - 21:29 WITA

IMG 20220525 212409

Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

25 Mei 2022 - 18:49 WITA

IMG 20220525 191915

Aksi Heroik Petugas BPBD Balikpapan Selamatkan Kucing Terjebak Dalam Pipa

25 Mei 2022 - 09:14 WITA

IMG 20220525 095007

Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng di Balikpapan Masih Mahal

24 Mei 2022 - 09:38 WITA

MINYAK GORENG

Balikpapan bakal Miliki Taman Tematik Orchidarium Senilai Rp1 Miliar

23 Mei 2022 - 18:57 WITA

IMG 20220523 205516
Trending di Balikpapan