BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menggenjot penurunan angka stunting melalui program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan, Pemkot menargetkan penurunan angka stunting hingga 15 persen dalam setahun.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kota Bontang masih berada di angka 27,4 persen. Kasus tertinggi tercatat di wilayah pesisir, yang menjadi fokus utama intervensi pemerintah. Setidaknya, 445 keluarga berisiko stunting ditargetkan mendapat pendampingan melalui program ini.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bontang, Dasuki, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting. Ia meminta seluruh OPD dan mitra kerja menggunakan data yang akurat dan terpadu guna memastikan intervensi berjalan efektif.
“Penting bagi kita semua memiliki satu data yang sama sebagai acuan. Dengan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan, kami optimistis angka stunting di Bontang bisa ditekan secara signifikan,” ujar Dasuki saat audiensi di Gedung Auditorium 3D, Senin (24/3/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan generasi bebas stunting di masa depan.
“Masa depan anak-anak kita sangat bergantung pada langkah nyata yang kita ambil hari ini. Kolaborasi yang kuat akan membawa perubahan besar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Eddy Foreswanto, menjelaskan bahwa program GENTING merupakan langkah prioritas pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting.
Eddy mengajak perusahaan dan lembaga sosial, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko. Dukungan dari sektor swasta diharapkan dapat memperluas cakupan intervensi dan mempercepat pencapaian target.
“Kami mengajak seluruh perusahaan di Bontang untuk mendukung program GENTING. Dengan kolaborasi dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, kami yakin target penurunan stunting bisa tercapai lebih cepat,” kata Eddy mengutip laman PPID Bontang.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa intervensi dalam program GENTING akan melibatkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber dana di luar APBD.
Pemkot Bontang optimistis, melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, angka stunting di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan, menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 1