Angka Kehamilan di Kaltim Naik 35 Persen selama Pandemi

Ilustrasi kehamilan.

KETIKA Kalimantan Timur tengah menghadapi pandemi Covid-19, bersamaan itu juga terjadi peningkatan kehamilan baru. Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim, Sri Handayani mengatakan selama pandemi Covid-19 jumlah angka kehamilan maupun kelahiran meningkat.

Ia mencatat selama tiga bulan terakhir ini khususnya selama fase lockdown terjadi peningkatan kelahiran sebesar 35 persen di Kaltim. Angka yang sama terjadi pada angka kehamilan yaitu peningkatan sebesar 35 persen.

“Karena memang terjadi kebobolan. Karena memang kegiatan selama Covid-19 dilakukan di rumah sehingga peningkatan kehamilan meningkat,” katanya saat konferensi pers terkait persiapan Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juni mendatang di ruang rapat BKKBN Kaltim, Jalan MT Haryono Kota Samarinda, Jumat (19/6/2020).

Meskipun begitu ia mengimbau kepada para suami untuk menjaga kehamilan istri. Jangan sampai angka keguguran atau lahir cacat pun meningkat di tengah pandemi.

“Kalau memang terjadi kehamilan kami tetap berikan pelayanan supaya kehamilan tetap sehat dan bayi lahir dengan sehat,” ucap Sri Handayani.

Hal ini juga pernah disampaikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN), bulan lalu. Mereka bilang ada lebih dari 400 ribu kehamilan tak direncanakan.

Selama dilangsungkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah klinik kesehatan dan kandungan ditutup. Menurut BKKBN, hal ini membuat masyarakat sulit mengakses alat kontrasepsi.

“Banyak juga orang yang mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah kecuali ada keadaan darurat yang mengharuskan ke luar rumah,” kata Hasto Wardoyo, kepala BKKBN kepada AFP.

“Saya kira banyak orang tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam keadaan ini,” imbuhnya.

Dengan penambahan angka kehamilan itu, di awal tahun depan mungkin ada lebih dari 420.000 bayi baru lahir. Perkiraan angka itu didasarkan pada 10 persen dari 28 juta keluarga mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran. Padahal seperti kita tahu, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. (*)

More Stories
Link dan Cara Melihat Hasil Real Count KPU Pilkada Serentak 2020