Pranala.co, BONTANG – Riuh tawa dan tepuk tangan pecah di sebuah panggung kecil. Sejumlah anak laki-laki berlenggak-lenggok, menirukan gaya model. Penonton terhibur. Tapi di balik kelucuan itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, Lilyana Ramdani, melihat sesuatu yang lebih serius.
“Mereka bangga ketika ada yang menonton, ketika ada yang tepuk tangan. Itu artinya, perhatian di rumah belum cukup mereka dapatkan. Jadi mereka mencari di luar,” kata Lilyana, usai acara Jambore Ajang Kreativitas Anak, Selasa (30/9).
Menurut Lilyana, salah satu akar krisis identitas anak adalah minimnya peran ayah dalam pengasuhan. Selama ini, beban mendidik anak banyak jatuh ke ibu. Figur ayah—yang seharusnya menjadi panutan—sering kali absen.
“Kalau keluarga tidak hadir memberi dukungan, anak bisa mudah terbawa arus teman sebaya. Dari sana, risiko penyalahgunaan narkoba terbuka lebar,” tegasnya.
Lilyana menekankan pentingnya wadah positif bagi anak-anak untuk menemukan jati diri. Ia mencontohkan model pendidikan semi-militer ala Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang dinilai mampu membentuk kedisiplinan dan karakter.
“Bontang bisa belajar dari sana. Anak-anak perlu ruang yang mendidik, bukan sekadar tempat berkumpul,” ujarnya.
Guna mencegah masalah semakin meluas, BNNK Bontang meluncurkan kelas parenting gratis mulai Oktober ini. Program ini terbuka untuk orang tua yang ingin belajar cara mengasuh sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak.
“Marah itu boleh, tapi harus tahu cara menyalurkannya. Semua bisa dipelajari. Jangan pakai pola lama dipaksakan ke zaman sekarang,” jelas Lilyana.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang enggan ikut. Ada yang menganggap masalah pengasuhan sebagai aib. Padahal pemerintah sudah menyiapkan fasilitas tanpa biaya.
“Sayang sekali kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan,” tambahnya.
Lilyana menutup dengan pernyataan yang membuat hadirin terdiam.
“Kadang tanpa sadar, kitalah yang membuat anak bangga dengan perhatian yang salah. Kita yang tertawa, kita yang bertepuk tangan. Jangan sampai kita sendiri yang ikut membunuh masa depan anak,” pungkas Kepala BNNK Bontang. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















