Amerika Serikat Temukan Kombinasi Obat untuk Pengobatan COVID-19

Wuhan yang kini bangkit dari wabah corona (Foto: AP Photo)

SELURUH negara di dunia telah menyatakan perang melawan pandemi global virus corona Covid-19. Hingga Selasa, 31 Maret 2020 pukul 16.24 WIB tercatat 781.485 warga dunia telah terkonfirmasi positif corona. Sedangkan jumlah warga yang gugur mencapai 37.578 orang dalam medan perang melawan covid-19 sejak pertama kali ditemukan di kota Wuhan.

Sejak virus corona semakin mengganas di di luar China, seluruh negara memberikan konstrubusi terbaiknya dalam penanganan Virus Covid-19. 

Salah satu upaya yang gencar dilakukan terutama negara maju adalah mempercepat penemuan obat ataupun vaksin yang diyakini ampuh melumpuhkan virus corona Covid-19. Salah satu negara yang aktif melakukan upaya itu adalah Amerika Serikat. 

Amerika dilaporkan telah menerjunkan ratusan tenaga medis dan pakar kesehatan untuk meneliti obat yang bisa digunakan sebagai pengobatan Covid-19. Meski masih dalam tahap peneliti, para ahli ini telah membawa sedikit harapan.  

Pada 30 Maret 2020 lalu, sebuah penelitian di Kansas City menemukan kombinasi obat yang diyakini bisa menyembuhkan pasien Covid-19. Amerika menemukan dua obat sebagai kunci pengobatan Covid-19. Mereka menemukan kemungkinan hasil yang positif dari kombinasi obat malaria dan obat lupus. Saat ini, kedua obat tersebut sedang digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19 di Kansas City.  

Kedua obat itu adalah Hydroxychloroquine (HC) dan azithromycin (AZ). Para Pakar Kesehatan di Amerika meyakini telah banyak bukti yang mendukung kemanjuran kedua obat tersebut sebagai pengobatan infeksi covid-19. Para dokter telah melakukan studi klinis berbasis lapangan terutama hidroksiroklorokuin dalam pengobatan Covid-19.

Kandungan Obat Pernah Digunakan Obati SARS

Hasil penelitian lain yang mereka ungkapkan adalah studi kasus yang dilakukan oleh dokter dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pakar Kesehatan mengakui klorokuin, yang merupakan kerabat hydroxychloroquine, merupakan pilihan efektif untuk pencegahan juga sebagai pengobatan untuk SARS (sindrom pernafasan akut parah) tahun yang lalu.  

Pada tahun 2002, Cina melaporkan kasus SARS coronavirus (SARS-CoV) merupakan virus yang menginfeksi kelelawar, dan menyebar ke hewan lain yang akhirnya menular ke tubuh manusia. Pada saat itu provinsi Guangdong di Cina selatan ditemukan infeksi SARS untuk pertama kali pada tahun 2002. Epidemi SARS menyerang 26 negara dan menyerang lebih dari 8000 kasus pada tahun 2003.

Meskipun tidak ditemukan vaksin untuk SARS, tindakan melalui obat dapat menyembuhkan infeksi virus itu. Seorang peneliti Amerika, dr Jeff Colyer, mengatakan bahwa pengujian labratorium in-vitro dan uji coba pasien terhadap kandungan obat Hydroxychloroquine efektif untuk pengobatan sindrom pernapasan akut, tidak terkecuali Covid-19.

Kombinasi obat tersebut adalah, azithromycin merupakan antibiotik yang populer dan dikombinasikan dengan hydroxychloroquine.

Gagasan menggabungkan dua obat, di mana satu (HC) telah menunjukkan hasil positif pada waktu SARS dan satunya (AZ), antibiotik telah diujikan kepada pasien.

Studi Perancis Terhadap Kombinasi Obat

Dari Studi yang dilakukan Perancis menunjukkan bahwa 57 persen dari 14 pasien Covid-19 yang diobati dengan HC tanpa AZ, dinyatakan dapat disembuhkan dan negatif infeksi Covid-19 pada hari keenam. Tetapi 100 persen dari 6 pasien yang diobati menggunakan kombinasi HC dan AZ, berhasil dinyatakan sembuh dan negatif dari infeksi COVID-19 pada hari keenam.

Kedua obat ini telah digunakan selama beberapa tahun di bidang kedoktera. Namun, kombinasi ini merupakan perkembangan baru. Pakar Kesehatan juga tidak menyangka mengapa kombinasi kedua obat tersebut sangat efektif.

Punya Efek Samping

Para peneliti mengatakan tentang efek samping penggunaan kombinasi kedua obat tersebut. Mereka menegaskan bahwa penggunaan HC dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah pada penglihatan dan dalam beberapa kasus, aritmia. Aritmia adalah suatu tanda atau gejala dari gangguan detak jantung atau irama jantung. Penderita aritmia merasakan jantung berdetak lebih cepat dari normal.

Peneliti mengatakan bahwa setiap obat pasti memiliki efek samping, apalagi ini merupakan obat pandemi. Namun perlu dicatat bahwa kandungan HC memiliki efek samping dan risiko yang kecil.

Setelah kandungan kombinasi kedua obat, yakni HC dan AZ menunjukkan jani yang cukup besar untuk pengobatan Infeksi Covid-19. Maka selanjutnya mereka akan segera memproduksi obat ini dalam skala yang besar dan meningkatkan ketersediaan dengan cepat. ***

(Sumber: Boldsky)

More Stories
Apa itu Tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan?