Pranala.co, SAMARINDA — Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Sebuah ambulans terguncang. Disenggol truk besar. Saat sedang mengantar pasien, Senin (30/6/2025) malam.
Truk itu bukan satu. Ada dua. Sama-sama membawa alat berat. Sama-sama ODOL: over dimension over load.
Keduanya datang dari arah Kalimantan Selatan (Kalsel). Mau keluar dari Samarinda. Tapi mereka salah jalur. Salah besar.
Jembatan Mahakam I bukan jembatan baru. Sudah 42 tahun berdiri. Sudah lelah menopang beban.
Itu sebabnya, sejak lama, kendaraan besar dilarang melintas di sana. Termasuk truk roda enam ke atas. Rambu peringatan sudah ada di banyak titik.
Tapi dua truk ini nekat lewat juga.
“Kemungkinan sopir tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu. Padahal rambu sudah jelas,” kata Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, Selasa (1/7/2025).
Kedua truk melaju beriringan. Melewati jembatan tua itu. Salah satu truk oleng sedikit. Menyenggol ambulans di sebelahnya.
Ambulans milik RSUD IA Moeis Samarinda. Saat itu sedang membawa pasien menuju RSUD Abdoel Wahab Sjahranie.
Tidak ada korban jiwa. Tidak ada luka serius. Tapi bodi ambulans rusak ringan. Dan tentu saja, waktu terbuang. Nyawa pasien ikut dipertaruhkan.
“Untung tidak parah. Tapi ini peringatan serius,” ucap Kompol La Ode.
Jembatan Mahakam I adalah jalur vital. Tapi juga rawan. Kalau kendaraan berat terus melintas, umur jembatan bisa lebih pendek dari yang semestinya.
Itu sebabnya, larangan dibuat. Tapi tetap saja, ada yang melanggar. “Rambu-rambu sudah jelas. Tapi masih ada yang abai,” tambahnya.
Setelah kejadian, polisi langsung bertindak. Para sopir ditindak. Diberi teguran keras. Dan diminta tanggung jawab.
Pemilik truk sudah menyatakan itikad baik. Siap mengganti semua kerusakan ambulans. Tapi tetap saja, kejadian seperti ini tidak boleh terulang. [DIAS]
















