Akhir Februari, Balikpapan Lanjutkan Vaksinasi COVID-19

  • Whatsapp
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

SATUAN Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan, proses vaksinasi masyarakat rencananya akan dilanjutkan akhir bulan Februari. Sesuai agenda, vaksin virus COVID-19 akan tiba di Balikpapan, Rabu (24/2).

Kota Balikpapan memperoleh jatah 8.900 dosis vaksin virus diperuntukkan bagi 4.450 orang. Masing-masing orang menerima dua kali suntikan vaksin virus. Meskipun begitu, pemerintah pusat memperbolehkan vaksin tersebut diberikan pada 8.900 orang gelombang pertama.

Bacaan Lainnya

“Hasil webinar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan dengan pemerintah pusat, vaksin ini bisa digunakan untuk vaksin pertama bagi 8.900 orang,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (23/2).

Untuk mempercepat pemerataan vaksinasi, sebanyak 8.900 dosis ini akan digunakan sebagai vaksin pertama bagi masyarakat yang telah masuk data vaksinasi tahap dua.

Kategori penerima vaksinasi tahap pertama; kepala daerah, anggota dewan, pejabat negara, aparat keamanan, aparat sipil negara (ASN), tokoh agama, pedagang pasar, kelompok masyarakat masuk pendataan.

Pemkot Balikpapan akan menghitung kembali persentase jumlah masyarakat disesuaikan jumlah vaksin virus tersedia.

“Berapa masing-masing untuk tokoh agama, berapa pedagang. Kita siapkan tahap pertama untuk pedagang pasar klandasan dan pasar Pandansari dulu,” katanya.

Rencananya, vaksinasi bagi masyarakat Balikpapan dilaksanakan akhir bulan Februari nanti. Vaksin virus akan diserahkan pada Pemprov Kaltim selanjutnya dibagikan ke 10 kota/kabupaten lain.

“Kalau besok datang, kan ke provinsi dulu. Mungkin pembagiannya sekitar satu atau dua hari,” ungkapnya.

Saat semua lancar, vaksinasi tahap 1 termin 2 sudah bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Seperti diketahui, vaksinasi termin 1 diberikan pada tenaga kesehatan.

Satgas COVID-19 Balikpapan nantinya mengumumkan siapa saja penerima vaksinasi bagi masyarakat. Rizal meminta masyarakat mematuhi panggilan pemberian vaksinasi massal

“Karena nanti juga akan ada vaksinasi massal di Gedung Dome Balikpapan,” terangnya.

Selain itu, keseluruhan ada 51 tempat lokasi vaksinasi layanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga klinik. Sedangkan khusus bagi pedagang, pemberian vaksinasi akan dilaksanakan langsung di pasar. Petugas akan membuat tenda besar bagi pedagang pasar.

Meskipun begitu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus menghitung siapa saja yang dianggap berhak menerima vaksin termin 2 ini. Seperti diketahui, mereka yang menjadi prioritas vaksin adalah pekerja pelayanan publik.

“Jadi kami diberi panduan, termasuk keamanan, guru, pedagang, dan lainnya,” sebut Rizal.

Sedangkan kelompok masyarakat masih menolak vaksinasi, Rizal menyatakan, pemberian vaksin untuk mereka akan ditunda sementara. Jatah pemberian vaksin nantinya langsung dialihkan bagi mereka yang menyatakan kesediaannya.

“Jadi kalau yang namanya masuk dalam daftar tapi menolak vaksin, akan kami berikan pada yang lain dahulu. Nanti bisa dilakukan edukasi lagi,” katanya.

Pemkot Balikpapan memprioritaskan masyarakat yang sudah bersedia menerima vaksin.Apalagi kebutuhan vaksinasi warga Balikpapan masih kurang dibandingkan jatah vaksin dikirimkan pemerintah pusat.

“Padahal kebutuhan vaksin lebih dari 50 ribu dosis,” ungkapnya.

Langkah terakhir, Pemkot Balikpapan akan menentukan sikap bagi mereka yang masih menolak pemberian vaksin. “Nanti akan ditentukan sikap bagaimana yang benar-benar tidak mau divaksin,” tegasnya

Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, kasus baru COVID-19 di Balikpapan terdapat 113 orang positif terkonfirmasi virus. 51 memiliki gejala, 1 hasil tracing tempat kerja, 39 tracing di masyarakat, 22 riwayat tanpa gejala.

Untuk selesai isolasi atau dirawat ada 131 orang, 1 dari RS Bhayangkara, 5 dari RS Kanujoso Djatiwibowo, 6 RS Pertamina Balikpapan, 1 Siloam Hospital, 3 Embarkasi Haji, dan 115 usai isolasi mandiri. Selanjutnya, meninggal dunia ada 4 kasus.

Ruang isolasi rumah sakit di Balikpapan masih tersedia 164 tempat tidur. Total keseluruhannya sendiri terdapat 519 ruang isolasi di rumah sakit Balikpapan.

“Jadi kosong 164 tempat tidur,” sebut Dio, sapaan Andi Sri.

Untuk ICU ada 39 unit, terisi 34, dan tersisa 4 unit. Satu unit dalam perbaikan. “Di Embarkasi Haji, ruangan yang tersisa untuk laki-laki masih ada 6 ruang, untuk perempuan juga masih ada 6 ruang,” sebut Andi.

Akumulasi pasien konfirmasi positif di Balikpapan ada 12.766 orang, sembuh 10.797 orang, dan meninggal dunia 470 orang.

 

 

 

[DN]

Pos terkait