79 Persen Orangtua di Balikpapan Setuju Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp
Ilustrasi Sekolah di Tengah Pandemik COVID-19 (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha)

PRANALA.CO, Balikpapan – Rencana pemerintah kota untuk menggelar pembelajaran tatap muka mendapat dukungan dari mayoritas orangtua/wali murid.

Setelah pengisian angket persetujuan pembelajaran tatap muka (PTM) oleh orangtua dan wali murid, kini Pemerintah Kota Balikpapan mempersiapkan simulasi PTM.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan menegaskan bahwa pelaksanaan simulasi PTM akan dilaksanakan sesuai jadwal 14-17 Desember.

“Sesuai pedomannya tetap boleh jarak jauh. Dan penilaiannya di sekolah nantinya wajib sama antara siswa yang belajar jarak jauh dengan yang tatap muka,” ujar Rizal, Ahad [6/12] saat pers rilis di halaman Kantor Pemerintah Kota Balikpapan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan hasil akhir dari angket kepada orang tua siswa atau wali murid tentang PTM tingkat SD dan SMP. Untuk tingkat SD sebanyak 82,16% setuju PTM dan sisanya 17,84 % menolak atau memilih daring.

Di tingkat SMP, 79% setuju PTM dan 20,70 % memilih daring. Laporan hasil akhir angket ini sekaligus meralat informasi sebelumnya yang menyebutkan tingkat SMP sebagian besar menolak PTM.

“Selain itu, kami juga telah mendetailkan datanya, bahwa sekolah negeri baik SD maupun SMP rata-rata ingin PTM. Sedangkan yang ingin tetap daring rata-rata sekolah swasta,” ungkapnya.

Soal hasil angket yang ditunjukkan tersebut, tidak semua orang tua setuju dengan PTM. Namun pihaknya pun memahami hal tersebut.

Muhaimin juga mengingatkan, tentang pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pada 11 Januari 2021 mendatang. Orangtua tetap memegang peran penting dalam PTM. Seperti menyiapkan sekaligus mendukung anak dalam adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan di sekolah.

Muhaimin mengimbau orangtua agar mengingatkan anak rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Hal ini menjadi yang terpenting agar anak dapat memahami dan menerapkan kebiasaan ini.

“Sejak dini anak harus dibiasakan. Perlu pendampingan lebih bagi anak-anak,” tuturnya.

Kemudian, selama PTM digelar, sekolah tidak diperkenankan membuka kantin. Karena terdapat potensi longgarnya protokol kesehatan. Anak-anak harus membawa bekal dari rumah.

“Orang tua yang mengantar dan menjemput anak juga akan diatur oleh sekolah agar tidak terjadi penumpukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty menambahkan, dukungan pembelajaran tatap muka juga tidak hanya dari orang tua dan yang terlibat dalam pendidikan. Tetapi semua masyarakat kota Balikpapan. Sebab, meskipun PTM direncanakan pada 11 Januari 2021, namun tetap akan melihat situasi pandemik COVID-19 Balikpapan.

“Seluruh masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai angka kasus dan penularan COVID-19 tinggi,” ucapnya.

Lanjut dia, jika kembali tinggi, pengetatan akan kembali dilakukan dan sekolah bisa saja tidak jadi dibuka. Jadi masyarakat harus mendukung agar anak-anak dapat kembali belajar di sekolah.

Pembukaan PTM ini sebenarnya juga merupakan hasil pengamatan di lapangan. Pihak Disdikbud menyadari bahwa pembelajaran jarak jauh atau melalui daring selama pandemik membuat para orangtua siswa kewalahan dalam mendampingi anaknya belajar. [idn]

Pos terkait