7 Tahun Gauli Anak Tiri, Ketahun usai Hamil 7 Bulan

  • Whatsapp
Ilustrasi.

PRANALA.CO – Seorang ayah tiri di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tega nian menghamili anak tirinya sendiri. Aksi bejatnya itu telah berlangsung lama sejak korban duduk di kelas 2 SMP. Polisi menangkap petugas catat meteran listrik ini usai istri melaporkannya.

Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang, Aiptu Warsono berujar aksi ini telah berlangsung selama 7 tahun dan baru ketahuan ketika korban sudah hamil 7 bulan.

Bacaan Lainnya

Ibunya curiga kala melihat perut korban yang terus membesar. Ibunya kira anaknya sakit. Namun, dia tak menyangka anaknya langsung berterus terang bahwa ia dihamili ayah tirinya sendiri.

Usai mendengar pengakuan korban, sang ibu langsung terkejut dan melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa dan kemudian di laporkan kepada pihak kepolisian. “Pelaku langsung kami amankan dan bawa ke Mako Polsek Tenggarong Seberang untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Aiptu Warsono.

Pelaku mengaku khilaf ketika melihat anak tirinya yang tumbuh dewasa. Apalagi saat itu rumah dalam keadaan sepi. “Kalau pelaku pulang kerja dan melihat rumah dalam keadaan sepi, biasanya pelaku melakukan aksi bejatnya,” kata Warsono.

Dalam melakukan aksinya, pelaku ini selalu menggunakan bujuk rayu. Menurut Aiptu Warsono, pelaku mengakui perbuatan tidak senonoh itu dilakukan sekali saat rumah dalam keadaan sepi.

Kini dia dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku terancam melanggar pasal 285 KUHP tentang perbuatan cabul dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara, pelaku mengaku tidak ada masalah dengan istrinya. Pertama kali melakukan, saat sejak korban masih kelas 2 SMP. Namun, setelah itu pelaku tidak melakukan perbuatan bejatnya lagi.

“Baru ketika korban kelas 2 SMA perbuatan terulang lagi. Saat itu, rumah sepi,” ujarnya saat menyatakannya dalam pemeriksaan polisi, Selasa 16 Maret 2021.

Setelah kejadian itu, pelaku menyampaikan dirinya semakin sering melakukan perbuatan bejatnya. Pelaku mengaku tergiur dengan anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan darinya.

Selama perbuatannya itu, kata pelaku, korban tidak pernah meolak ketika diminta melayani nafsu bejatnya. Bahkan, dia telah menikahi anak tirinya di depan tokoh masyarakat sekitar.

“Saya sudah menikah siri dengan korban. Namun saya terima konsekuensi apapun akibat perbuatan saya,” tambahnya.

 

[jie|ks]

Pos terkait