Pranala.co, BONTANG — Pembangunan gedung sarana parkir RSUD Taman Sehat kembali mendapat sorotan. Sejak dimulai 5 Juli 2025 lalu, progresnya dinilai berjalan lamban dan jauh dari target.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, turun langsung meninjau lokasi Selasa (9/9/2025). Ia menemukan bahwa proyek bernilai Rp6,7 miliar tersebut baru mencapai 6,8 persen, meski masa kerja sudah berjalan 67 hari dari total kontrak 180 hari.
“Ini jelas lamban. Progres minim, padahal waktu sudah lebih dari dua bulan,” tegas Heri.
Menurutnya, keterlambatan disebabkan perubahan dokumen adendum terkait struktur bangunan. Hal itu membuat pelaksanaan di lapangan terhambat. Proyek ini sendiri dikerjakan oleh CV Anugerah Rezeki Abadi.
“Pihak ketiga, pengawas, dan user dari Dinas Kesehatan masih mengubah gambar struktur bangunan. Itu yang memperlambat,” jelasnya.
Politisi itu juga mengingatkan agar kasus serupa pembangunan SMPN 1 yang sempat mangkrak tidak terulang lagi.
“Jangan sampai berhenti di tengah jalan,” ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ahmad Hamid menegaskan perubahan dokumen dilakukan demi menambah aspek keamanan gedung.
“Ya, karena kita ingin bangunannya lebih aman. Jadi strukturnya ditambah,” kata Ahmad.
DPRD meminta kontraktor segera mempercepat pengerjaan agar proyek selesai tepat waktu. Pasalnya, gedung parkir ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan di RSUD Taman Sehat. (RE/EKS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















