6 Laskar FPI Pengawal Rizieq yang Tewas Malah jadi Tersangka

  • Whatsapp
Dua komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kanan), dan Aminudin (kanan) berbicara dengan polisi di sela pemeriksaan tiga mobil yang dikendarai polisi dan enam laskar FPI dalam kasus penembakan anggota FPI di Polda Metro Jaya, Jakarta (21/12/2020). Aditya Pradana Putra / ANTARA FOTO

ENAM laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Rizieq Shihab, yang telah tewas, menjadi tersangka kasus dugaan terlibat aksi tembak-tembakan dengan aparat kepolisian di Jalan tol Jakarta-Cikampek .

Bareskrim Polri tetap menjerat mereka dengan pasal dugaan penyerangan meskipun keenamnya sudah meninggal. Menurut polisi, dua anggota FPI tewas dalam baku tembak, sedangkan 4 lainnya ditembak karena mencoba melawan.

Bacaan Lainnya

“Sudah ditetapkan tersangka, kan itu juga tentu harus diuji. Makanya kami ada kirim ke Jaksa biar Jaksa teliti,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi seperti dikutip CNN Indonesia Rabu (3/3/2021).

Dalam hal ini, kata Andi, pihaknya masih melakukan pendalaman dalam penyidikan kasus tersebut. Dia pun tak mempermasalahkan penyematan status tersangka itu meskipun mereka sudah meninggal dunia. Andi mengatakan bahwa nantinya perkara itu bakal dikaji lebih lanjut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kasus, kata dia, memang dapat ditutup apabila Jaksa berpendapat lain.

Jika merujuk pada Pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), proses penuntutan akan gugur apabila tertuduh atau tersangka meninggal. Belum diketahui lebih lanjut mengenai proses hukum yang bakal dilanjutkan oleh kepolisian saat ini.

Namun demikian, Andi memastikan bahwa pihaknya juga tengah mengusut dugaan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian oleh anggota kepolisian. Hal itu, sesuai dengan Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 338 KUHP.

Adapun bunyi Pasal 338 KUHP ialah: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Dalam hal ini, tiga orang polisi dari Polda Metro Jaya menjadi pelapor dalam laporan yang dibuat sebagai dasar penyelidikan kasus tersebut.

“Kalau di unlawful killing itu artinya adalah anggota Polri yang membawa empat orang,” ucapnya.

Empat Laskar FPI diketahui masih hidup sebelum polisi membawanya ke dalam mobil. Dalam rangkaian peristiwa itu, diketahui polisi menembak mati Laskar FPI yang tersisa lantaran diklaim melawan petugas. Bareskrim pun kini tengah mencari alat bukti sebelum menentukan langkah hukum lanjutan dalam perkara tersebut.

“Kami lakukan penyelidikan dahulu untuk temukan bukti permulaan,” ucap dia lagi.

Sebelumnya, Komnas HAM menyatakan ada pelanggaran HAM dalam peristiwa tewasnya empat dari enam anggota Laskar FPI. Hal itu karena empat anggota Laskar FPI itu ditembak hingga tewas di dalam mobil.

Komnas HAM kemudian merekomendasikan agar kasus terbunuhnya empat laskar FPI itu dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

 

 

[CN]

Pos terkait