Pranala.co, SAMARINDA – Upaya pemberantasan narkoba di Kota Samarinda membuahkan hasil. Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti lebih dari 20 gram.
Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang curiga dengan adanya aktivitas transaksi narkoba di sekitar pelabuhan. Informasi menyebutkan, sabu-sabu kerap diedarkan di kalangan sopir travel, buruh pelabuhan, hingga pekerja alat berat.
Menindaklanjuti laporan itu, Unit Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zaqi Ur Rahman langsung bergerak cepat. Pada Jumat (19/9/2025) sore, tim melakukan pemantauan di kawasan pelabuhan.
Sekira pukul 18.00 WITA, petugas mendapat informasi keberadaan terduga pelaku di sebuah kios sembako di Jalan Sultan Alimudin, Kelurahan Sambutan, tepat di depan Masjid Syaichona Cholil.
“Tim segera bergerak ke lokasi dan mengamankan seorang pria yang sesuai ciri-ciri target. Ia diketahui baru saja masuk ke kios tersebut,” jelas Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, AKP Yusuf, Senin (22/9/2025).
Pelaku yang berinisial AA langsung digeledah di tempat. Dari kantong celana sebelah kanan, polisi menemukan satu plastik hitam berisi 44 bungkus sabu dalam plastik bening. Berat total barang haram itu mencapai 20,35 gram bruto.
Selain sabu, petugas juga menyita sebuah ponsel merek Vivo warna hitam yang diduga digunakan pelaku untuk transaksi.
Dalam pemeriksaan awal, AA mengakui barang tersebut miliknya. Ia berencana mengedarkan sabu itu kepada sopir travel, buruh pelabuhan, dan pekerja operator alat berat di kawasan pelabuhan Samarinda.
Pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kapolsek AKP Yusuf menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum pelabuhan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi. Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan aparat, tapi harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya. (DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















